Agus Santoso, SH, LLM

Wakil Ketua PPATK

Rubrik: 

Edisi/Th: 

05/2013
"Lembaga ”Intelijen Keuangan” Tak Ingin Cuma Beri Laporan"

Di tengah tekad bangsa ini memberantas korupsi untuk memutus urat nadi pencucian uang, PPATK butuh kewenangan lebih dalam melaksanakan tugasnya. PPATK ingin hasil analisisnya dijadikan alat bukti, bukan sekadar laporan intelijen kepada enam lembaga penegak hukum. Oleh karena itu, Wakil Ketua PPATK Agus Santoso menyatakan PPATK perlu kewenangan lebih dalam hal penyelidikan.

Hingga akhir Juni 2013, perkembangan jumlah pelaporan ke PPATK semakin meningkat. Jumlah LTKM (Laporan Transaksi Keuangan Mencurigakan) dan LTKT (Laporan Transaksi Keuangan Tunai) meningkat masing-masing 23,8 persen dan 86,4 persen. Bila dibandingkan periode yang sama tahun lalu, jumlah hasil analisis PPATK ini meningkat 7,7 persen.

Cara kerja lembaga yang secara umum disebut ”intelijen keuangan” ini memang kompleks. Ada 142 lembaga sejenis PPATK di dunia ini dan mereka harus menelisik kejahatan kompleks, terorganisir dan melintasi batas negara yang disebut kejahatan pencucian uang (Money Laundring). Sedangkan asal kejahatan pencucian uang berasal dari kejahatan “kerah putih” seperti korupsi, suap, narkoba, penjualan senjata, human trafikking, atau kejahatan lingkungan hidup yang menjadikan sarana keuangan untuk menjalankan kejahatan tersebut.

Bagikan :

Berita INTEGRITAS