Aviliani

Sekretaris Komite Ekonomi Nasional (KEN)

Rubrik: 

Edisi/Th: 

05/2013
"PEREKONOMIAN INDONESIA CUKUP PELIK"

Sekretaris Komite Ekonomi Nasional (KEN) Aviliani berpendapat, hal itu bisa dilihat dari ketidaksiapan masyarakat menghadapi kebijakan perdagangan bebas, impor yang lebih besar daripada ekspor, defisit neraca perdagangan, indeks kemudahan berbisnis yang menurun dan kualitas SDM yang rendah.

”Iklim investasi itu harus diperbaiki, karena mau tidak mau, kesenjangan itu makin tinggi, itu bahaya bagi gejolak sosial,” kata peneliti di Lembaga Kajian Ekonomi INDEF ini.

Dengan kebijakan perdagangan bebas, masyarakat Indonesia tampak hanya menjadi serbuan dari produk asing, hanya menjadi konsumen dan bukan menjadi produsen. Untuk mengatasinya, menurut Aviliani, pemerintah perlu melakukan substitusi impor dan memilih industri-industri yang mempunyai kemampuan daya saing. Industri yang dipilih yaitu industri yang bahan bakunya tersedia di Tanah Air. Jadi, pemerintah harus menyiapkan insentif dan fasilitas.

Bagikan :

Berita INTEGRITAS