Beli Emas Batangan Kena Pajak

Deborah

Jakarta, mediaintegritas.com -

Masyarakat yang memilih menginvestasikan uangnya dalam emas batangan siap-siap untuk dikenai pajak sebab pembelian emas batangan dikenakan Pajak Penghasilan (PPh) mulai 2 Oktober 2017.

"Sesuai PMK No.34/PMK.10/2017 penjualan emas batangan dikenakan PPh 22 sebesar 0,45 persen, sedangkan buy back di atas Rp10 juta dikenakan pajak 1,5 persen. Tarif pajak berlaku kelipatannya untuk yang tidak memiliki NPWP," tulis pengumuman di situs logam mulia milik Antam itu, di Jakarta, Kamis 5 Oktober 2017.

Jika dirinci maka mereka yang hendak membeli emas batangan maka sudah termasuk PPh 22 yang sebesar 0,9 persen. Namun, pengenaan akan lebih rendah jika seorang pembeli menyertakan NPWP yakni hanya 0,45 persen. Buy back di atas Rp10 juta dikenakan PPh 22 sebesar 1,5 persen, tapi akan lebih tinggi menjadi tiga persen jika tanpa NPWP.

Adapun langkah ini dinilai dalam rangka mengoptimalkan penerimaan negara dari aspek pajak. Pemerintah melalui Direktorat Jenderal Pajak (DJP) Kementerian Keuangan (Kemenkeu) memang terus memaksimalkan sejumlah upaya guna mencapai target penerimaan pajak hingga 100 persen. Pajak ini nantinya untuk mendukung laju perekonomian.

Jika menilik aturan tersebut maka ada perbedaan perlakuan bagi warga yang memiliki NPWP dan tidak memiliki. Tidak ditampik, kondisi tersebut bisa memberikan pengaruh tersendiri terhadap minat pembelian emas. Namun, penggunaan NPWP akan memudahkan aparat pajak mengetahui lebih rinci atas aset-aset yang dimiliki wajib pajak,

Sementara itu, DJP Kemenkeu mencatat penerimaan pajak hingga akhir Juli 2017 mencapai sebesar Rp601,1 triliun atau 46,8 persen dari target yang ada dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBNP) 2017. Adapun capaian tersebut mengalami pertumbuhan sebanyak 12,4 persen secara tahun ke tahun.

Jika tanpa pajak penghasilan migas maka penerimaan pajaknya hanya Rp569,4 triliun atau 45,9 persen dari target APBNP yakni dengan pertumbuhan pajaknya hanya 10,3 persen. Artinya, penerimaan PPh migas menyumbang Rp31,7 triliun.

Sedangkan untuk penerimaan PPh non migasnya sebesar Rp336,1 triliun atau 45,3 persen dari target, atau tumbuh 8,7 persen year on year. Untuk PPN dan PPnBM sebesar Rp228,7 triliun atau 48,1 persen dari target APBNP atau tumbuhan 13,4 persen.

Marketing Manager Antam Logam Mulia Yudi Hermansyah mengatakan, sebelum adanya pengumuman tanggal 2 Oktober 2017, para pembeli kerap tidak menyadari bahwa emas batangan yang dibeli sudah termasuk pajak.

Logam Mulia merupakan anak usaha Antam yang bergerak di bidang penjualan emas batangan.

Oleh karena itu tutur dia, setelah ada pengumuman 2 Oktober 2017, pihaknya memisahkan nilai harga emas dan pajak di dalam faktur penjualan. Dengan begitu diharapkan pembeli bisa mengetahui ada PPh 22.

"Dari dulu sudah kami lakukan tapi hitungnya gelondongan jadi pembeli enggak sadar ada pajak. Oleh karena itu kami munculkan di faktur penjualan (besaran pajaknya)," kata Yudi.

Sebelumnya, Direktur Pelayanan dan Penyuluhan (P2) Humas Ditjen Pajak Hestu Yoga Saksama menuturkan, bahwa penerapan pajak untuk pembelian emas batangan bukanlah hal baru. Sebab aturannya sudah ada sejak Maret 2017.

Terkait tarifnya, ada dua tarif PPh 22 bagi pembeli emas batangan. Pertama, tarif sebesar 0,45 persen untuk pembeli yang punya nomer pokok wajib pajak (NPWP), dan 0,9 persen untuk pembeli yang tidak punya NPWP.

Bagikan :

Berita Lainnya