BUKAN 200 JUTA, TAPI SALDO REKENING MINIMAL 1 M WAJIB LAPOR

Deborah

Jakarta, mediaintegritas.com - 

Setelah memperhatikan masukan dari masyarakat dan pemangku kepentingan seperti pelaku usaha mikro, kecil dan menengah (UKM), akhirnya pemerintah memutuskan untuk merevisi batas minimum saldo rekening yang wajib dilaporkan ke Direktorat Jenderal (Ditjen) Pajak. Dari semula Rp 200 juta menjadi Rp 1 miliar. Demikian disampaikan Kementerian Keuangan pada keterangan persnya, Rabu (7/6/2017).

Selain itu, revisi ini juga dinilai lebih mencerminkan rasa keadilan dan menunjukkan keberpihakan pemerintah terhadap pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Pemerintah menegaskan bahwa aturan pelaporan saldo rekening bukan berarti uang simpanan masyarakat akan dikenai pajak.

Tujuan pelaporan saldo yaitu agar pemerintah mendapatkan informasi yang lengkap dalam menyongsong era pertukaran informasi keuangan global.

Pemerintah juga menjamin Ditjen Pajak akan menjaga kerahasiaan data nasabah. Nantinya data itu hanya akan digunakan untuk kepentingan perpajakan saja.

Bila ada oknum petugas pajak yang menyelewengkan data itu, maka sanksi pidana akan dikenakan sesuai Undang-undang Ketentuan Umum dan Tata Cara Perpajakan.

"Jadi masyarakat tidak perlu resah dan khawatir," tulis Kemenkeu dalam keterangan persnya.

Bagikan :

Berita Lainnya