Bunga Penjaminan LPS Turun 0,25%

Deborah

Jakarta, mediaintegritas.com - Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) memutuskan untuk menurunkan suku bunga penjaminan sebesar 25 basis poin (bps). Keputusan ini diambila  berdasarkan rapat dewan komisioner dan hasil kajian seiring dengan tren penurunan suka bunga pasar.

Ketua Dewan Komisioner LPS, Halim Alamsyah, mengatakan pihaknya telah mengevaluasi tingkat bunga penjaminan untuk simpanan dalam rupiah dan valuta asing (valas) di bank umum serta simpanan dalam rupiah di bank perkreditan rakyar (BPR). 

"Tingkat bunga penjaminan untuk periode 15 September 2017 sampai 15 Januari 2018 untuk simpanan dalam rupiah di bank umum dan BPR turun 25 bps, untuk bank umum menjadi 6 persen dan BPR 8,5 persen.‎ Sedangkan tingkat bunga penjaminan untuk simpanan dalam valas tetap, yaitu 0,75 persen," ujarnya di Kantor LPS, Jakarta, Kamis (14/9/2017).

Halim mengatakan dari suku bunga pasar 62 bank yang dipantau LPS dari awal tahun,  trennya mengalami penurunan. Beberapa faktor penurunan suku bunga ini dikarenakan adanya pelonggaran kebijakan moneter BI dan belum terlalu tingginya pertumbuhan kredit.

Faktor lainnya adanya kebijakan yang dilakukan oleh Bank Indonesia (BI) pada Agustus lalu dengan menurunkan BI 7-day Reverse Repo Rate dari 4,75 persen menjadi 4,5 persen juga menjadi pertimbangan penurunan LPS rate.

Semetara itu Kepala Eksekutif LPS Fauzi Ichsan,mengatakan dalam menentukan naik atau menurunkan suku bunga penjaminan LPS menggunakan metode backward looking, salah satunya melihat kondisi suku bunga pasar dan deposito di 62 bank.

"Kita mengevaluasi kondisi suku bunga pasar dan deposito yang ada di 62 bank," kata Fauzi Ichsan menambahkan.

"Evaluasi kami prospek 3 bulan ke depan likuiditas perbankan masih memadai," jelas dia. 

LPS dalam menurunkan tingkat bunga pinjaman selalu melakukan Evaluasi terhadap kondisi likuiditas dan prospek hingga tiga bulan ke depan menunjukkan bahwa likuiditas perbankan masih berada dalam posisi yang memadai," Ujanya.

Suku bunga penjamin LPS ini akan diperhatikan seluruh perbankan dan menjadi dasar atau acuan, bilamana ada bank dan BPR memberikan suku bunga di atas penjaminan makan otomatis dana yang ditempatkan masyarakat/nasabah tersebut tidak akan dijamin. (Ocha)

 

Bagikan :

Berita Lainnya