Captain Toto Soebandoro

Quality, Safety & Security Director

Rubrik: 

Edisi/Th: 

07/2013
”Semua Harus Terukur dan Pasti”

Keselamatan dan ketepatan waktu menjadi produk utama dari sebuah maskapai penerbangan. Termasuk juga harus memberikan pelayanan terbaik demi kenyamanan para penumpang pesawat.

Direktur Safety Maskapai Penerbangan Sriwijaya Air Captain Toto Soebandoro menegaskan tiga hal tersebut (keselamatan, ketepatan waktu dan pelayanan terbaik) harus dimiliki oleh setiap maskapai penerbangan. Memang, sudah regulasi standar (SOP) penerbangan pesawat penumpang, tetapi dalam penerapannya masih banyak tantangan yang harus dihadapi oleh maskapai penerbangan. Sekalipun begitu, tetap saja pesawat udara merupakan transportasi massa paling aman di antara transportasi lainnya karena pesawat harus dijalankan dengan SOP (standar operasional prosedur) internasional. Dalam wawancara dengan Majalah INTEGRITAS di kantornya Toto menjelaskan, seluruh maskapai penerbangan di dunia harus mengikuti standar internasional untuk keselamatan penerbangan pesawat penumpang yang tertuang dalam ICAO (International Civil Aviation Organization). Aturan di dalam ICAO dijadikan pegangan oleh masing-masing negara, termasuk Indonesia, yang kemudian merujuk kepada CASR (Civil Aviation Security Regulation). Dengan merujuk kepada CASR yang disesuaikan dengan kebutuhan bangsa ini, Indonesia menetapkan Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2009 tentang Penerbangan. Undang-undang inilah yang berlaku untuk semua maskapai penerbangan di Indonesia. Segala hal yang berkaitan dengan penerbangan diatur di dalam undang-undang tersebut, termasuk hal-hal yang mengatur keselamatan (safety) penumpang. Kemudian Toto menjelaskan alasan dia menyebut pesawat udara merupakan transportasi paling aman dibanding transportasi massa lainnya. Begitu pentingnya faktor keselamatan dalam dunia penerbangan, setiap kru, seperti pilot dan pramugari, harus memiliki lisensi yang diperbarui dalam waktu berkala. Lisensi itu berisi tentang jaminan bahwa setiap kru masih tetap berkompeten menjalankan tugasnya masing-masing. ”Pilot itu harus memperbarui lisensinya sekali dalam setengah tahun. Apakah masih tetap kompeten menjalankan pesawat, apakah kesehatannya masih prima, dan sebagainya,” paparnya.

Bagikan :