Delapan Caketum Siap Bertanding di Munasub Partai Golkar

HAS

Jakarta, mediaintegritas.com - Prosesi pengambilan nomor urut bagi calon ketua umum digelar di Kantor DPP Partai Golkar, Jl Anggrek Neli Murni, Slipi, Jakarta Barat, Sabtu (7/5/2016).

Aziz Syamsuddin, Mahyudin, Setya Novanto, Ade Komarudin, Airlangga Hartarto, Priyo Budi Santoso, dan perwakilan Syahrul Yasin Limpo dan Indra Bambang Utoyo mengambil sebuah gulungan tertutup dan mereka diinstruksikan membuka bersama-sama gulungan itu. Akhirnya gulungan dibuka serentak, diiringi luncuran kembang kertas warna-warni yang diletuskan dan riuh teriakan puluhan pendukung.

Setelah dibuka bersama-sama gulungan, para caketum memperlihatkan kepada seluruh yang hadir dan disambut yel-yel dari tim sukses masing-masing sesuai dengan nomor urutnya.

Berikut susunan urutan nomer caketum secara lengkap :

  1. Ade Komarudin
  2. Setya Novanto
  3. Airlangga
  4. Mahyudin
  5. Priyo Budi Santoso
  6. Aziz Syamsuddin
  7. Indra Bambang Utoyo
  8. Syahrul Yasin Limpo

Nomor urut ini digunakan untuk memilih caketum di gelaran Munaslub Bali yang dimulai pada 15 sampai 17 Mei 2016 nanti.

Para caketum yang duduknya sebelumnya duduk  di depan panggung kini menyesuaikan dengan nomor urut yang mereka dapat. Acara berlanjut dengan pengundian urutan debat dan kampanye per zonasi kampanye. Ada tiga zona kampanye, yakni Medan, Surabaya, dan Bali.

Yang menarik pada pengundian tersebut, ternyata dua kandidat caketum Indra Bambang dan Syahrul Limpo lolos tanpa membayar iuran, saat hal ini dimintakan tanggapan dari caketum lain seperti Priyo Budi yang membayar iuran tertinggi untuk Musyawarah Nasional Luar Biasa (Munaslub) Golkar, yakni Rp 1,32 miliar.. Apa respons Priyo?

"Demi penyatuan Golkar dan konsolidasi Golkar, saya kira saya punya hak menyarankan. Enggak apa-apa," kata Priyo di Kantor DPP Golkar, Jl Anggrek Neli Murni, Slipi, Jakarta Barat, Sabtu (7/5/2016).

Priyo menyatakan rela saja terhadap lolosnya Syahrul dan Indra. Bahkan dia mengaku ikut menyarankan ke Panitia Munaslub agar dua orang tersebut diloloskan menjadi caketum.

"Terhadap dua teman lain yakni Pak Syahrul dan Pak Indra tidak melakukan itu, saya menghormati pandangannya. Malah saya yang ikut menganjurkan SC (Steering Committee), ya mereka diloloskan saja, menurut saya tidak ada mudaratnya (keburukan), malah menarik," kata Priyo.

Caketum lain yang juga membayar iuran, yakni Airlangga Hartarto, menyatakan Syahrul dan Indra lolos caketum karena masih memenuhi prinsip Prestasi Dedikasi Loyalitas dan Tidak Tercela (PDLT). Tak masalah bila mereka tidak membayar iuran Rp 1 miliar.
"Mereka sudah sangat teruji dedikasi dan loyalisnya untuk partai ini, mengenaisumbangan kan bebas-bebas saja dan sukarela," Ujar Airlangga.

Indra mengapresiasi keputusan Steering Commitee Munaslub Golkar yang dipimpin oleh Nurdin Halid. Dia yakin SC Munaslub Golkar lebih mementingkan kesolidan parpol, sehingga meloloskan dirinya dan Syahrul Yasin Limpo jadi caketum Golkar meski tak menyetor duit Rp 1 miliar

"Saya surprise, karena tadi malam saya sudah terima surat yang isinya apabila tidak menyetor Rp 1 miliar jam 12.00 WIB siang tadi, saya dicoret," kata Indra saat dihubungi, Sabtu (7/5/2016).

Setelah pengambilan nomor urut, para caketum akan melakukan serangkaian kegiatan  yang sudah panitia siapakan mulai dari sosialisasi, debat antar kandidat sampai menuju puncak pemilihan di tanggal 17 Mei 2016 yang akan datang.(Andi)
 

Bagikan :

Berita INTEGRITAS