DR Dian Ediana Rae

Kepala Kantor Perwakilan (KPw) BI Jabar–Banten Wilayah VI

Rubrik: 

Edisi/Th: 

07/2013
"Kiprah Mantan KPw BI London di Tanah Kelahiran"

Wilayah Jawa Barat–Banten yang berpenduduk berkisar 47 juta jiwa berperan penting dalam memengaruhi perekonomian nasional. Memang, September ini kenaikan inflasi hanya di bawah satu persen, tetapi 70 persen perubahan inflasi bersumber dari gejolak ekonomi di daerah.

Oleh karena itu, Bank Indonesia Perwakilan Jabar–Banten yang bertugas sebagai pengendali inflasi nasional melakukan berbagai upaya di wilayah tersebut agar nilai rupiah stabil. Kepala Kantor Perwakilan (KPW) BI Jabar–Banten Wilayah VI, DR Dian Ediana Rae, yang pernah menjadi KPW BI di London, mengakui gejolak inflasi yang terjadi di Indonesia cukup berat. Adanya kenaikan beberapa komoditas tertentu, seperti minyak, cabai, dan kedelai, membuat rupiah menjadi berfluktuasi. Untuk mengendalikan rupiah supaya nilainya tetap berharga, BI mendirikan Tim Pengendalian Inflasi Daerah. Tim ini terdiri dari unsur pemerintah daerah dan BI. Seperti digariskan dalam undang-undang, BI merupakan pihak yang paling bertanggung jawab mengendalikan inflasi. Akan tetapi, karena faktor-faktor inflasi bisa datang darimana saja, BI menggandeng pemerintah daerah dan dinas terkait untuk mengatasi persoalan lebih dini. BI memulai pengendalian inflasi dengan memastikan bahwa pasokan komoditas pertanian tetap tersedia melimpah. Misalnya, ketika harga cabai meroket BI langsung menggagas pasar cabai dikombinasikan dengan program CSR BI sehingga petani bisa diberdayakan. ”Sehingga secara ekonomi dan daya beli mereka meningkat, dan inflasi bisa ditekan karena pasokan cabai lebih banyak, maka harga pun lebih stabil,” papar Dian.

 

Bagikan :