Gelar Penyuluhan, Kemendag Dan BPOM Ajak Mahasiswa Berpartisipasi Aktif Mengawasi Produk Makanan

Roy Jon

Jakarta, mediaintegritas.com - Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) menggelar penyuluhan di tingkatan mahasiwa. Kali ini, BPOM mengajak mahasiswa agar berperan aktif dalam melakukan pengawasan terhadap produk makanan yang diproduksi, dipasarkan dan dikonsumsi oleh masyarakat.

Penyuluhan yang dilakukan berupa diskusi bertajuk ‘Penyuluhan Kebijakan Perlindungan Konsumen’ ini digelar oleh Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (GMKI) Cabang Jakarta dari Komisariat Universitas Kristen Indonesia (UKI) yang bekerja sama dengan BPOM dan Kementerian Perdagangan.

Dalam penyuluhan ini, Direktur Pemberdayaan Konsumen Kementerian Perdagangan Ganef Judawati mengharapkan agar masyarakat dapat bekerja sama dengan BPOM untuk melakukan pengawasan terhadap prodak makanan yang beredar dimasyarakat.

“Itu sebagai salah satu bentuk kerja sama yang meningkatkan pelayanan kepada masyarakat,” ujarnya.

Kegiatan yang dilaksanakan di Gedung Seminar Kampus UKI Cawang Lantai 3 menghadirkan narasumber dalam penyuluhan ini, Akademisi UKI Rapen Sinaga, BPOM dan Kemendag sendiri.

Para peserta penyuluhan terdiri dari mahasiswa lintas universitas. Dalam kesempatan itu, Pihak BPOM menyampaikan isu perlindungan konsumen adalah hal yang sangat penting di tengah-tengah masyarakat.  Salah satunya, BPOM menyampaikan, pentingnya pengawasan terhadap suatu produk atau makanan yang beredar ditengah masyarakat. Selama tahun 2015 Badan POM menangani 211 perkara tindak pidana pelanggaran di bidang Obat dan Makanan, dimana 18 di antaranya telah mendapat putusan pengadilan.

Dari kasus ini BPOM merasa perlu memberikan penjelasan kepada masyarakat bahwa pentingnya mengetahui produk atau makanan yang beredar dimasyarakat karena berdampak dan berbahaya.

BPOM berharap, sebagai pengayom masyarakat dapat  melakukan pengawasan terhadap produk makanan yang membahayakan kesehatan masyarakat.

Masyarakat juga harus cerdas melihat masa kadaluarsa dan kandungan apa yang ada didalam suatu produk makanan tersebut. Hal itu untuk mencegah hal yang tidak di inginkan. “Dan diaharapkan juga BPOM dengan intens melakukan pengawasan terhadap bagaimana kinerja dari pihak yang memasarkan prodak makan tersebut,” ujar Ganef.(Henry Malau)

Bagikan :

Berita INTEGRITAS