Ini Bidang Mega Investasi Arab ke Indonesia

Deborah

Jakarta, mediaintegritas.com - Rencana mega investasi itu sudah disampaikan secara langsung oleh Deputi Putra Mahkota Pangeran bin Abdul Aziz Al-Saud saat bertemu Presiden Jokowi di Hotel Dahua Boutique Hangzhou, Tiongkok pada awal September 2016 lalu. Presiden Jokowi saat itu berada di Tiongkok dalam rangka kunjungan kerja dan KTT G20. Kerajaan Arab Saudi berencana melakukan investasi besar-besaran atau mega infestasi di Indonesia. Mega infestasi tersebut meliputi beberapa bidang yang kemudian akan ditindaklanjuti oleh kedua negara.

Presiden Jokowi melakukan pertemuan bilateral dengan Mohammed bin Salman bin Abdul Aziz Al-Saud yang juga Wakil Kedua Perdana Menteri dan Menteri Pertahanan Kerajaan Arab Saudi itu membahas beberapa kerja sama, yaitu terkait ekonomi dan haji. Terkait infestasi besar itu, Arab Saudi tertarik dalam tiga bidang.

“Yang pertama adalah di bidang pengilangan minyak (refinery); yang kedua adalah di bidang pembangunan rumah murah (low cost housing), jadi pembangunan perumahan untuk orang-orang yang berpenghasilan rendah; dan yang ketiga adalah investasi di bidang yang terkait dengan pariwisata (tourism),” kata Menlu Retno Marsudi setelah mendampingi Presiden Jokowi seperti dilansir Kantor Sekretariat Kabinet.

Menteri Retno mengatakan, ada beberapa tindak lanjut terkait kerja sama hasil pembicaraan dengan presiden tersebut. Menteri Retno bersama Seskab Pramono Anung juga melanjutkan pertemuan dengan Ahmad al Khatib, Utusan Khusus Raja Arab Saudi untuk mengurus hubungan ekonomi Indonesia dengan Arab Saudi.

Anggota Komisi XI DPR Mukhamad Misbakhun berharap kedatangan Raja Salman bin Abdulaziz Al Saud ke Indonesia akan meningkatkan investasi langsung Arab Saudi di Indonesia. Menurut Misbakhun, banyak sektor ekonomi yang bisa menjadi lahan investasi Arab Saudi, yaitu sektor hulu-hilir minyak dan gas bumi, pariwisata, infrastruktur, sektor keuangan dan properti.

Sektor ekonomi tersebut sejalan dengan visi dan nawacita Presiden Jokowi yang ingin memprioritaskan pembangunan infrastruktur di Indonesia. Oleh karena itu, kebutuhan investasi asing dalam jumlah besar dari Arab Saudi sangat diperlukan karena keterbatasan dana dalam negeri.

Bagikan :

Berita Lainnya