Jenderal TNI Moeldoko

Panglima TNBI

Rubrik: 

Edisi/Th: 

07/2013
"Saya Tegaskan, TNI tidak Loyal Kepada Partai""

Semua mengetahui bahwa TNI lahir dari rahim perjuagan rakyat. TNI berjuang bersama rakyat menjadi suatu kekuatan yang menghadapi kekuatan asing dan/atau kekuatan pemberontak, yang dimanfaatkan oleh kekuatan asing pada masa itu.

Kesatuan kekuatan TNI dan rakyat saat itu begitu dahsyat sehingga berhasil merebut dan mempertahankan kemerdekaan, serta mengisinya dengan pembangunan di segala bidang. Bagi TNI, “Sekali prajurit tetap prajurit dan sekali pejuang tetap pejuang”. Itu warisan perjuangan yang diamankan Panglima Besar Jenderal Besar Soedirman. Perjuangan masa lalu adalah sama dengan perjuangan masa kini, bahkan kini lebih berat dan multidimensi, baik musuh dengan kekuatan fisik maupun musuh dengan kekuatan nonfisik. Penegasan itu disampaikan Panglima TNI Jenderal Moeldoko dalam wawancara khusus dengan Majalah INTEGRITAS di Mabes TNI Cilangkap, Jakarta. Moeldoko mengatakan, perlu disadari oleh segenap bangsa ini, kodrat ancaman yang dihadapi bangsa kita kini telah melebar dari ranah militer ke ranah budaya, ekonomi, politik dan bajkan ke ranah filsafat. Globalisasi telah turut memicu proliferasi ancaman terhadap keamanan nasional dan globalisasi juga telah mengancam bangsa dan negara secara institusional maupun secara kultural. Secara institusional, kendali negara pada perekonomian dilemahkan oleh kekuatan ekonomi global, sedangkan secara kultural negara diancam oleh identitas dan ideologi subnasonal dan supranasional, yang merusak sendi-sendi ketahanan kultural masyarakat Indonesia.

Bagikan :