Kader Partai Hanura Digerebek Warga Karena Selingkuh, Anggota DPRD Kabupaten Bekasi Saefulloh Akan Ditindak Tegas

Roy Jon

Bekasi, mediaintegritas.com -Digerebek warga karena diduga kuat telah melakukan perselingkuhan dengan wanita bersuami, nasib anggota DPRD Kabupaten Bekasi Saefulloh diserahkan ke Badan Kehormatan Partai.

Anggota DPRD dari Partai Hanura itu dinilai telah mencoreng kehormatan institusi Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Bekasi dan juga membuat malu Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura).

“Kami menyampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya atas apa yang telah terjadi pada kader Partai Hanura di Bekasi, yakni anggota DPRD Saefulloh yang diduga melakukan tindakan asusila. Ini mencoreng nama baik partai, sekaligus menjadi pelajaran dan catatan penting bagi kami di partai,” ujar Wakil Ketua DPC Partai Hanura Kabupaten Bekasi Hendra Jaya dalam konperensi pers yang dilakukan di Bekasi (Kamis, 30/07/2015).

Disampaikan Hendra Jaya, sikap Partai Hanura terhadap kadernya itu akan segera diwujudkan dalam bentuk sanksi tegas sesuai dengan Anggaran Dasar/Anggaran Rumah Tangga Partai.

“Sepenuhnya akan kami proses sesuai dengan mekanisme dan prosedur yang berlaku di Partai Hanura, yakni berdasarkan AD/ART Partai,” ujar dia.

Sampai sejauh ini, lanjut dia, pihaknya masih terus melakukan penelusuran dan mengumpulkan bukti-bukti kebenaran terjadinya peristiwa asusila berupa perselingkuhan yang dilakukan oleh anggota DPRD Saefulloh dengan seorang perempuan yang masih bersuami.

Selain akan memroses sesuai mekanisme internal partai, Saefulloh juga akan diproses di Badan Kehormatan (BK) DPRD Kabupaten Bekasi.

“Jika hal itu benar terjadi, sekali lagi kami tegaskan, kami akan mengikuti aturan sesuai mekanisme partai dalam menyelesaikan persoalan. Sebagai anggota DPRD, yang bersangkutanjuga akan diproses dengan tata cara atau tata tertib melalui Badan Kehormatan (BK) DPRD Kabupaten Bekasi. Jika benar terbukti, maka Partai Hanura akan memberikan sanksi yang terberat adalah menonaktifkan beliau sebagai kader partai Hanura. Ketika mekanisme partai sudah berjalan akan dilakukan proses Pergantian Antar Waktu (PAW),” papar Hendra Jaya.

Di tempat yang sama, Ketua PAC Partai Hanura Kabupaten Bekasi Miman Gozali menyampaikan, kronologis kejadian yang diterimanya berkenaan dengan peristiwa perselingkuhan yang dilakukan oleh Saefulloh.

“Setahu kami, mereka telah menikah pada tanggal 6 Juli 2015 dan status yang dinikahi adalah janda di Gedung Kartini, Cikarang. Bukti dari pada itu semua akan dibawa untuk memutuskan isu yang beredar sampai saat ini dan secara agama mereka kawin sah,” ujarnya.

Miman Gozali menambahkan, pada saat kejadian itu terjadi miskomunikasi antara istri Saefulloh dengan Ketua Rukun Tetangga setempat. Disaat hendak melapor, lanjut Miman, Ketua RT pergi itikaf sampai selesai bulan puasa. “Ketika hendak melapor mereka telah didatangi duluan oleh Ketua RT dan Ketua RW setempat. Jadi, tidak ada penggerebekan dalam kejadian itu,” ujarnya.

Sebelumnya dilaporkan, seorang anggota DPRD Kabupaten Bekasi berinisial S digerebek warga saat bertamu ke rumah seorang istri seorang pelaut di Perumahan Villa Gading Perumahan 3, Kabupaten Bekasi pada Sabtu 18 Juli 2015 malam.

Diduga kuat, anggota DPRD Kabupaten Bekasi yang berasal dari Partai Hanura itu memiliki hubungan khusus dengan perempuan tersebut.

Terkait peristiwa itu, Badan Kehormatan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kabupaten Bekasi memanggil anggotanya yang berinisial S. Pemanggilan itu dilakukan setelah S digerebek penduduk saat bertamu hingga larut malam di rumah perempuan bersuami. Sedangkan suami perempuan itu tidak berada di rumah karena bekerja sebagai pelaut. “Kami ingin meminta klarifikasinya,” kata anggota Badan Kehormatan, Nyumarno, Kamis, 30 Juli 2015. 

Nyumarno menjelaskan, bila S terbukti melakukan perbuatan asusila, Badan Kehormatan akan mengembalikan S kepada partainya. Sebab, perbuatan asusila dianggap sebagai aib yang bisa mencoreng institusi DPRD.

“Ini harus tuntas, agar masyarakat paham dan tidak menimbulkan asumsi-asumsi yang buruk di lingkungan,” ucap Nyumarno.

Saefulloh digerebek bersama perempuan berinisial E pada 18 Juli 2015. Saat itu sudah larut malam dan mereka tengah berduaan di kediaman E di Perumahan Villa Gading Harapan 3, Kabupaten Bekasi.

Warga perumahan itu curiga karena saat itu suami E tidak berada di rumah. Masyarakat akhirnya ramai-ramai mendatangi dan menggerebek rumah E. Kepada masyarakat, S mengaku sudah menikahi E secara agama. 

Ketua RT setempat, Imanudin, menuturkan sudah meminta konfirmasi dari sejumlah pihak ihwal pengakuan S tersebut.  Hasilnya, “Memang dibenarkan jika S dengan E sudah menikah secara agama,” katanya.Richard/Juan

Bagikan :

Berita INTEGRITAS