Kebakaran Hutan, 400 Titik Hotspot Kalteng Status Siaga

Roy Jon

Palangka Raya-Kalteng, mediaintegritas.com -Kalimantan Tengah dalam status siaga karena bencana kebakaran hutan dan lahan.

Berdasarkan data sipongi melalui satelit National Oceanic Atmospiheric Administrasion (NOAA) per 9 Agustus 2015 di Provinsi Kalimantan Tengah terpantau sebanyak 27 titik panas atau hotspot.  Sedangkan melalui satelit Terra atau Aqua, jumlah hotspot terpantau mencapai 43 titik.

Hingga Agustus 2015, jumlah titik panas yang terpantau oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kalteng mencapai 400 titik. Jumlah tersebut diperkirakan akan terus bertambah seiring masih panjangnya musim kemarau dan dampak El Nino.

Hotspot yang terpantau diantaranya berada di Kabupaten Kapuas, Katingan,  Palangka Raya,  Kotawaringin Barat,  Kotawaringin Timur,  Pulang Pisau,  Seruyan, Sukamara dan Lamandau. Jumlah titik panas terbanyak berada di Seruyan dan Kotawaringin Timur. 

Kepala BPBD Kalteng Brigong Tom Moendaz mengatakan saat ini Provinsi Kalteng telah berstatus Siaga terhadap kebakaran lahan dan hutan serta dampak yang ditimbulkan yakni kabut asap.

“Sejak Juli hingga Agustus ini telah ada 400 titik panas yang terpantau melalui satelit NOAA-18.  Dari jumlah titik panas tersebut perkiraan yang akan menjadi api atau terbakar sebesar 60 persen,” ujarnya.

Menurut dia, saat ini kabut asap akibat kebakaran lahan paling rawan berada di Kabupaten Katingan. Dari pantauan di lapangan jarak pandang di jalan raya saat pagi hari hanya berkisar 10-20 meter.

“Di Katingan rawan kebakaran lahan karena di sana masih belum mempunyai BPBD.  saat ini masih ada tiga kabupaten yang belum memiliki BPBD,  diantaranya Barito Timur dan Sukamara,” jelasnya. 

Diungkapkan Brigong,  pihaknya telah mengimbau agar Pemerintah Kabupaten/Kota bisa membuat posko bersama relawan api dan instansi terkait seperti TNI dan Polri. Tak hanya itu, Manggala Agni,  BKSDA, Taganan dan seluruh unsur juga turut di imbau untuk bergabung.

“Kita masih menunggu kedatangan pesawat Hercules dan helikopter yang telah diusulkan. Apabila sudah datang, maka akan lebih mudah saat memantau titik kebakaran hutan dan lahan di Provinsi Kalteng,” ujarnya.(Jhon.K)

Bagikan :

Berita INTEGRITAS