Kepala BKPM : Jumlah TKA di Indonesia Hanya 74.000 Orang, Jutaan TKA dari China Hoax

HAS

Jakarta, mediaintegritas.com - Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) mencatat rasio penggunaan Tenaga Kerja Asing (TKA) di Indonesia dengan jumlah tenaga kerja yang ada masih rendah. Saat ini total jumlah tenaga kerja asing yang bekerja di seluruh Indonesia hanya 74.000 atau 0,062% dari total tenaga kerja sebesar 120 juta, hal itu dikatakan Kepala BKPM Thomas Lembong pada konferensi presnya pada wartawan di kantor BKPM Gatot Subroto Jakrta, Jumat (30/12/2017).

Kepala BKPM, Thomas Lembong, menilai bahwa angka rasio tersebut masih sangat rendah bila dibandingkan dengan negara lainnya. Posisi Indonesia yang faktanya rasio TKA di bawah 0,1%, menurut Thomas angka tersebut rendah.

"Bandingkan saja di Qatar 94% tenaga kerja asing, di Uni Arab Emirat bahkan 96%, Singapura 36%. Yang itu mungkin ekstremya. Tapi Amerika Serikat 16,7%, Malaysia 15,3%, dan Thailand 4.5%" ujar Thomas

"Jadi katakan kita berandai-andai bahwa jumlah TKA di Indonesia sebenarnya adalah 10 kali data resmi Kementerian Tenaga Kerja dan Kantor Imigrasi, maka 0,62% dari total tenaga kerja Indonesia pun masih terlalu rendah, menurut pendapat saya.

Biasanya semakin negara yang benar-benar modern tentunya akan memakai jauh lebih banyak tenaga kerja internasional, Thomas menilai bahwa perusahaan Indonesia juga dapat memanfaatkan tenaga kerja asing guna menstranfer sistem produksi atau alih teknologi dan cara-cara manajemen di negara lain yang sudah lebih maju. 

"Kita yang jadi bos mereka, sehingga kita dapat memanfaatkan mereka semaksimal mungkin," Ujarnya.

Dari data Izin Memperkerjakan Tenaga Asing (IMTA) yang dikeluarkan oleh Kementerian Tenaga Kerja tercatat TKA pada 2011 mencapai 77.307 orang, kemudian pada tahun 2012 menurun menjadi 72.427 orang, 2013 kembali melorot di level 68.957 orang.

Kemudian menurun tipis di posisi 68.762 orang. Pada 2015, posisi tersebut meningkat tipis 69.025 orang serta pada tahun 2016 kembali meningkat menjadi 74.183 orang.

Adanya informasi bahwa TKA dari China yang membajiri indonesia yang berjumlah jutaan orang adalah berita bohong, karena tidak didukung bukti-bukti, namun demikian BKPM akan terus melakukan pegawasan bekerjasama dengan instansi yang lain. (Debby)

 

Bagikan :

Berita INTEGRITAS