Khofifah dan Gus Ipul ; Bisa Memecah Suara NU

Deborah

Jakarta, mediaintegritas.com -

Dua partai resmi, Golkar dan Nasdem sudah resmi mendukung Menteri  Sosial Khofifah Indar Parawansa maju dalam kontestasi pemilihan gubernur Jawa Timur 2018 mendatang. Sementara itu Gus Ipul yang memiliki sapaan akrab Saifullah Yusuf juga yang juga mendaftar dalam kontestasi tersebut hampir dipastikan mendapat dukungan dari Partai Kebangkitan Bangsa. Karena keduanya mempunyai latar belakang NU yang kuat, maka diprediksi suara organisasi besar Islam tersebut akan terpecah dua.

Gus Ipul tercatat pernah menjabat sebagai Sekretaris Jenderal PKB. Ia juga pernah menjadi Ketua Gerakan Pemuda Ansor, sebuah organisasi kepemudaan yang berafiliasi dengan NU. Serupa Gus Ipul, Khofifah juga pernah menjadi elite PKB dan kini menjabat Ketua Umum Pimpinan Pusat (PP) Muslimat NU periode 2016-2021.

Dengan sama-sama memiliki latar belakang NU, faktor lain yang harus dipertimbangkan untuk meraih suara adalah terkait sosok calon pendamping. Untuk hal ini, baik Gus Ipul maupun Khofifah--seandainya maju-- harus mempertimbangkan faktor wilayah asal sosok calon pendamping.

Wakil Sekretaris Jenderal Partai Golkar, Ace Hasan Syadzily berharap ada partai lainnya yang ikut mengusung Khofifah Indar Parawansa sebagai calon gubernur pada Pilkada Jawa Timur 2018.

"Kami berharap bahwa ada partai-partai lain, misalnya Demokrat, untuk bisa bergabung untuk sama-sama mengusung Ibu Khofifah," ujar Ace di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (10/10/2017).

Partai Golkar hanya memiliki 11 kursi di DPRD Jatim. Sedangkan Nasdem hanya memiliki 6 kursi. Untuk bisa mengusung pasangan calon, dibutuhkan minimal 20 kursi. Khofifah sendiri sudah mendaftarkan diri lewat Partai Demokrat.

Ace melihat, pintu Demokrat untuk mengusung Khofifah terbuka lebar. Sebab, pendaftaran sempat ditutup, namun dibuka lagi saat Khofifah mau mendaftar.

"Itu kan artinya sinyal positif bagi Partai Demokrat untuk menerima Ibu Khofifah sebagai calon yang akan diusung oleh Partai Demokrat, Partai Golkar dan Partai Nasdem," tutur Anggota Komisi II DPR itu.

Ia menambahkan, Golkar telah menyampaikan kepada struktur partai mulai paling bawah hingga pusat untuk memenangkan Khofifah. Ace meyakini, kekuatan Khofifah masih sangat kuat, terutama di kalangan Muslimat Nahdlatul Ulama. "Pertarungan di Jatim itu memperebutkan suara Nahdliyin. Ibu Khofifah saya kira punya modal sebagai Ketua Muslimat Nahdlatul Ulama untuk memenangkan Pilkada Jawa Timur tersebut," ujar Ace.

Selama dua tahap pembukaan pendaftaran, ada enam orang yang mendaftar sebagai cagub Jatim melalui Partai Demokrat pada Pilkada Jatim 2018.

Mereka adalah La Nyalla Matalitti (Ketua Kadin Jatim), Nurwiyatno (Kepala Inspektorat Jatim), Syafiin (Perwira Mabes Polri), Saifullah Yusuf (Wagub Jatim), Nurhayati Assegaf (Wakil Ketua DPP Partai Demokrat), serta Khofifah Indar Parawansah (Menteri Sosial). Belakangan La Nyalla mengundurkan diri dari pendaftaran karena Partai Demokrat membuka pendaftaran tahap II secara sepihak tanpa pemberitahuan resmi kepada semua calon yang sudah mendaftar di tahap I.

Bagikan :

Berita Lainnya