KPK Tersangkakan Kembali Setya Novanto Kasus E-KTP.

Deborah

Jakarta, mediaintegritas.com - Setelah Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) Polri meningkatkan status kasus dugaan tindak pidana pembuatan surat palsu dan penyalahgunaan wewenang dengan terlapor dua pemimpin Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Agus Rahardjo dan Saut Situmorang ke tahap penyidikan.

Dalam SPDP yang diterbitkan pada Selasa (7/11) dan ditandatangani Direktur Tindak Pidana Umum Bareskrim Brigjen Herry Rudolf Nahak itu, ditulis penyidik telah menemukan dugaan tindak pidana sebagaimana diatur dalam Pasal 263 KUHP juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP dan atau Pasal 421 KUHP.
Ketua DPR RI Setya Novanto ditetapkan sebagai tersangka oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Ketua Umum Partai Golkar itu kembali dijerat dalam kasus korupsi proyek pengadaan Kartu Tanda Penduduk berbasis elektronik (e-KTP).

Setya Novanto sebelumnya lolos dari status tersangka dalam penetapan sebelumnya, setelah memenangi gugatan praperadilan terhadap KPK. Pengumuman penetapan Novanto sebagai tersangka itu disampaikan Wakil Ketua KPK Saut Situmorang, dalam jumpa pers di gedung KPK, Kuningan, Jakarta, Jumat (10/11/2017).

"Setelah proses penyelidikan dan terdapat bukti permulaan yang cukup dan melakukan gelar perkara akhir Oktober 2017, KPK menerbitkan surat perintah penyidikan pada 31 Oktober 2017 atas nama tersangka SN, anggota DPR RI," kata Saut. Dalam kasus ini, Novanto disangkakan melanggar Pasal 2 Ayat 1 Subsider Pasal 3 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah dalam UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo Pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP.

Setya Novanto diduga telah menguntungkan diri sendiri atau orang lain atau korporasi dan diduga juga menyalahgunakan kewenangan dan jabatan. Mengakibatkan kerugian negara Rp 2,3 triliun dari nilai proyek Rp 5,9 triliun.

Setelah KPK menetapkan  Setya Novanto menjadi tersangka dalam kasus E-KTP, Pengacara Novanto Fredrich Yunadi bersama tim langsung mendatangi Bareskrim Mabes Polri membuat laporan.

"Ini kan baru laporan pendahuluan dulu," ujar Fredrich di Bareskrim Polri, Jalan Merdeka Timur, Jakarta Pusat, Jumat (10/11/2017).

Fredrich menyampaikan bahwa penetapan Setya Novanto sebagai tersangka akan langsung di praperadilan kembali, namun mereka (KPK) akan kita laporkan juga.

Fredrich didampingi dua rekanya tampak membawa sebuah berkas. Saat ditanya para wartawan yang sudah menunggu siapa yang akan dilaporkan, Fredrich menjawab lugas.

"Yang mengumumkan," ujarnya sambil berlalu. (Cop).

Bagikan :

Berita Lainnya