Lecehkan Petani Dan Rakyat Daerah, Panglima TNI Dihadang Protes

Roy Jon

Jakarta, mediaintegritas.com -Menyebut petani dan rakyat Indonesia di daerah-daerah tidak faham dan tak peduli dengan kondisi perekonomian Indonesia yang memburuk akibat anjloknya nilai tukar Rupiah terhadap Dolar Amerika, Panglima Tentara Nasional Indonesia (TNI) dihadang protes.

“Pernyataan Panglima TNI seperti itu tidak pantas, kita protes. Itu pernyataan Panglima TNI ataukah pernyataan seorang Panglima Perang di masa Perang Kompeni Belanda!? Yak ok rakyat dan petani dianggap bodoh enggak tahu menahu dengan anjloknya Rupiah. Petani dan rakyat kok dianggap bagai kerbau rupanya, yang penting perut kenyang, badan besar tetapi dungu. Maksudnya apakah Rakyat dan Petani enggak usah sekolah dan enggak usah pintar? Begitukah?” ujar Ketua Umum Serikat Pekerja BUMN Bersatu Arief Poyuono.

Menurut Arief, pernyataan Panglima TNI itu harus diklarifikasi dan jangan melecehkan rakyat sendiri. Dia menuding, orang nomor satu di TNI itu telah melakukan pembodohan terhadap rakyat.

“Iya dong, itu pembodohan namanya. Bagaimana rakyat dan petani dibilang enggak tahu menahu kalau harga Rupiah jeblok, enggak tahu kalau ukuran tempe makin berkurang, harga tandan buah segar sawit makin jatuh, harga kebutuhan hidup semakin tinggi, daging sapi harganya mahal, daging ayam harganya juga mahal akibat sapi impor dan pakan ternak juga diimpor,” ujar Arief.

Pernyataan Panglima TNI itu, lanjuut dia, menunjukkan watak petinggi di ketentaraan itu menganggap remeh dan sepele para petani dan rakyat di daerah. “Ngaco, Panglima TNI ngomong rakyat dan petani tidak tahu Rupiah jeblok alias kurs Dolar amerika makin mahal. Pernyataan Gatot (Panglima TNI) mirip pernyataan tentara kompeni yang ngomong ke Governor Hindia Belanda saat depresi Ekonomi Tahun 1932, yang sempat menghancurkan perekonomian Eropa dan Hindia Belanda, Inlander nei zou de economie niet te begrijpen in een crisis , de belangrijke opgeblazen gevoel dat ze in opstand (Pribumi asli tidak akan mengerti perekonomian dalam krisis, yang penting perut mereka kenyang mereka takkan melawan-Red),” pungkas Arief menirukan.

Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo sebelumnya memastikan nilai tukar Rupiah terhadap Dolar  Amerika yang kian anjlok hingga menembus angka Rp 14.000 tak akan berdampak ke daerah. Gatot menjamin, daerah-daerah aman dari konflik.

“Aman daerah. Enggak usah khawatir,” kata Gatot di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (26/8/2015).

Bekas Kepala Staf Angkatan Darat ini mengatakan, selama stok pangan di daerah masih ada dan masyarakatnya masih bisa membeli kebutuhan pokok, konflik yang dikhawatirkan itu tak akan terjadi. 

“Petani dan rakyat mana tahu (rupiah anjlok), yang penting masih bisa makan terjangkau tentunya aman,” ucap dia.

Kendati situasi kondusif, Gatot menegaskan bahwa TNI selalu siap untuk mengantisipasi segala ancaman keamananan. Jajaran TNI, kata dia, siap ditugaskan di mana pun dan dalam kondisi apa pun oleh Presiden.

“TNI ditugaskan 24 jam siap, jadi apa pun kita siap,” ucap Gatot.

Tekanan terhadap nilai tukar rupiah masih terjadi di pasar keuangan, Rabu (26/8/2015). Rupiah pada awal perdagangan di pasar spot pagi harinya kembali melemah, bahkan menembus level 14.100. Data Bloomberg pukul 08.45 WIB menunjukkan, mata uang Rupiah melemah ke posisi 14.105 per Dolar Amerika dibandingkan penutupan kemarinnya pada 14.054.***Erje

Bagikan :

Berita INTEGRITAS