Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) Menerima INTEGRITAS AWARD 2016

Deborah

Jakarta, mediaintegritas.com - Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) menjadi salah satu dari sepuluh Lembaga/Perusahan yang kami pilih untuk meraih INTEGRITAS AWARD 2016 pada kategori perusahaan, adapun kesepuluh Lembaga/Perusahaan antara lain :

1.Mahkamah Kontitusi

2.Komisi Pemberatasan Korupsi

3.Komisi Pemilihan Umum

4.Komisi Nasional Hak Azasi Manusia

5.Lembaga Penjamin Simpanan

6.PT. Bank Mandiri

7.PT. Bursa Efek Indonesia

8.PT. Perusahaan Listrik Negara

9.PT. Telekomunikasi Indonesia

10.PT. Blue Bird.

Penyerahan INTEGRITAS AWARD 2016, diserahkan oleh Pemred Majalah Integritas Hendrik Aryanto yang diterima langsung oleh Bapak Samsu Adi Nugroho selaku Sekretaris Lembaga LPS di Equity Tower  Kawasan SBCD Jakarta, kamis (13/7/2017)

LPS layak menerima penghargaan dari publik karena telah berhasil meningkatkan kepercayaan nasabah terhadap perbankan nasional. Hal ini terlihat dari data LPS per September 2016 yang menunjukkan jumlah rekening nasabah dengan nilai simpanan sampai Rp 2 miliar naik 1,54 persen mont of month (mom) mencapai lebih dari 189 ribu rekening. Peningkatan jumlah rekening dalam batas nilai yang dijamin tidak terlepas dari usaha LPS dan pemerintah dalam menjaga stabilitas sistem keuangan.

Kini LPS semakin dikenal masyarakat sejak berdiri pada 2005. Jika dulu sebagian nasabah masih merasa cemas untuk menyimpan uangnya di bank, kini bisa jadi lebih tenang. Selain menjamin simpanan nasabah di bank dan ikut aktif menjaga stabilitas sistem keuangan, LPS juga mengemban amanah baru. Tepat pada April 2016 lalu, DPR telah mengesahkan Undang-undang Nomor 9 Tahun 2016 tentang Pencegahan dan Penengahan Krisis Sistem Keuangan (UU PPKSK).  Hal ini berarti LPS juga berperan untuk menangani krisis keuangan.

Lembaga ini juga terus meningkatkan prestasinya dalam bidang keuangan. Bisa dilihat sejak menjalankan tugasnya, LPS telah membayarkan klaim atas lebih dari 152 ribu rekening simpanan. Rinciannya terdiri dari 75 bank (bank umum dan BPR/BPRS) yang ditutup atau dicabut izinnya oleh Otoritas Jasa Keuangan (dan Bank Indonesia sebelumnya). Melihat prestasinya ini, LPS akan terus berinovasi dan memberikan kontribusi terbaiknya.

Majalah INTEGRITAS juga menilai LPS memiliki sistem keuangan yang bersih. Hal ini terbukti LPS meraih opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK). Sebelumnya terhitung sejak 2009, laporan keuangan LPS mendapatkan opini “disclaimer” lantaran perbedaan pandangan antara BPK dan LPS mengenai penyajian nilai penyertaan modal sementara pada PT Bank Mutiara Tbk yang sebelumnya bernama Bank Century. LPS juga berhasil membukukan aset sebesar 72,1 triliun rupiah sejak berdiri pada 2005. Aset itu terus meningkat setiap tahunnya dengan rata-rata 33 persen.

Berbagai inovasi dan integritas yang selama ini dibangun LPS membuktikan bahwa LPS layak menerima Integritas Award 2016. (Ocha)

 

 

 

 

 

 

 

 

Bagikan :

Berita Lainnya