Letnan Jenderal TNI Subekti

Rektor Universitas Pertahanan

Rubrik: 

Edisi/Th: 

06/2013
"Melahirkan Pemimpin Berkelas Dunia Butuh Strategi dan Tekad yang Kuat"

Pemimpin Indonesia berkelas dunia, itulah visi Letnan Jenderal TNI Subekti yang kini dipercaya memimpin Universitas Pertahanan (Unhan). Untuk mewujudkannya, tidak semudah membalik telapak tangan.

Dibutuhkan strategi dan tekad yang kuat. Hanya dengan begitulah diperoleh bibitbibit unggul pemimpin dari seluruh Indonesia, baik militer maupun sipil, untuk kemudian dibina di Unhan. Seperti apa pemimpin yang ingin dilahirkan oleh universitas yang berdiri atas inisiatif Presiden Susilo Bambang Yudhoyono itu? ”Pemimpin bangsa yang memiliki integritas, kapabilitas, visioner dalam membangun bangsa ke depan, memiliki moralitas yang baik, dan memiliki keinginan membangun negaranya menjadi bangsa yang besar, baik dari militer maupun nonmiliter,” jelas Subekti kepada INTEGRITAS di kantornya, bilangan Salemba, Jakarta Pusat. Langkah pertama yang dilakukan Subekti bersama jajaran Unhan adalah menjaring orang-orang yang berkualitas dari aspek intelegensia, moralitas, integritas, dan kapabilitas, serta memiliki keinginan untuk membangun negara. Mereka bisa berasal dari kalangan militer, juga bisa dari sipil. Saat ini peserta didik Unhan terdiri atas militer, polisi, PNS, anggota parlemen, serta pegawai di lingkup TNI dan pemerintah daerah. Namun, kebanyakan, 70 persen, berasal dari unsur nonmiliter. Padahal, Unhan berharap agar komposisi militer dan nonmiliter seimbang. Oleh karena itu, Unhan sedang gencar melakukan sosialisasi mengenai keberadaan universitas ini di kalangan internal. Di Unhan, mahasiswa akan mendapat pendidikan tentang ilmu pertahanan dan ilmu-ilmu pendukung lainnya, seperti ideologi, politik, ekonomi, dan sosial budaya. Sebelum masuk menjadi mahasiswa Unhan, para calon mahasiswa terlebih dulu harus menjalani tes potensi akademik dan bahasa Inggris, minimal harus mencapai nilai 500. Akan tetapi, khusus untuk Jurusan Diplomasi Pertahanan dan Manajemen Pertahanan, mereka disyaratkan mencapai nilai TOEFL 550.

 

Bagikan :