Mabes Polri Tetapkan 4 Tersangka Kasus Bom Bekasi, Bahrun Naim Sebagai Otak Serangan

HAS

Jakarta, mediaintegritas.com - Mabes Polri menjelaskan terkait penemuan bom di Bintara, Bekasi Barat. Sudah ada 4 orang tersangka ditangkap dan masih ada 2 yang masuk Daftar Pencarian Orang (DPO). 

"Tersangka ada 4 tersangka yang dilakukan penangkapan, 2 orang lagi masih DPO. Kemungkinan akan berkembang lagi untuk pelaku-pelaku yang lain," tutur Kabag Mitraropenmas Divhumas Mabes Polri, Kombes Pol Awi Setiyono dalam jumpa pers di Mabes Polri, Jl Trunojoyo, Kebayoran Baru, Jakarta, Minggu (11/12/2016). 

Dua Tersangka berisnisial MNS dan AS, keduanya laki-laki, ditangkap di fly over Kalimalang. Kemudian DYN, perempuan ditangkap di rumah kontrakan di Bintara, Bekasi. Dan seorang tersangka lagi, S, laki-laki ditangkap di Karanganyar, Jawa Tengah . 

Bom ini rencananya akan dibawa ke obyek vital di Jakarta pada hari ini. Sebelum niat itu dijalankan, para tersangka sudah lebih dahulu ditangkap kemarin. 

Sosok Bahrun Naim mencuat kembali sebagai sosok sentral dibalik Bom Bekasi dan mengingatkan kita  dengan peristiwa serangan teror di Jalan Thamrin, Jakarta Pusat pada Januari lalu.

"Atas perintah dari BN (Bahrun Naim), menyuruh membuat sel-sel kecil, dan di antaranya keterlibatan mereka berempat itu," ucap Kabag Mitra Ropenmas Divhumas Polri Kombes Awi Setiyono di Jakarta. Bahrum Naim juga yang kemudian menanamkan paham jihad kepada mereka untuk membuat teror di Indonesia.

"Jadi mereka termotivasi dari jubir Daulah Islamiyah, kalau kalian belum mampu hijrah ke Suriah, membuat amaliyah di negeri masing-masing semampunya. Ini yang memotivasi mereka, ini hasil dari penyidikan tadi malam, pemeriksaan intensif terhadap para pelaku," jelas Awi.

Bukan hanya memberikan motivasi, Bahrun Naim juga memberikan uang kepada calon pengantin bom Bekasi, DYN melalui tersangka MNS sebesar Rp 1 juta. Meski demikian, Kepolisian belum mengetahui jumlah uang yang sudah ditransfer Bahrun Naim untuk aksi yang direncanakan dilakukan pada Minggu 11 Desember di salah satu objek vital Ibu Kota.

"Yang kita dapatkan (soal uang) baru ke MNS dan DYN ya. Tapi besarannya belum signifikan ya. Baru terungkap DYN pernah dikirim Rp 1 juta. Via transfer," jelas Awi.

Dia pun menegaskan, jaringan Bahrun Naim yang berafiliasi di Indonesia menamakan diri JAKDN. Karena itu, pihaknya menduga empat tersangka itu berafiliasi ke sana.

"Untuk afiliasinya di Indonesia mereka menamakan diri Jamaah Ansharut Khilafah Daulah Nusantara (JAKDN). Ini adalah sel-sel kecil bentukan BN (Bahrun Naim). Tidak menutup kemungkinan ada sel-sel kecil lainnya," ungkap Awi. (Debby)

Bagikan :

Berita INTEGRITAS