Mengenal Pulau Miangas , Sulawesi Utara

Deborah

Jakarta, mediaintegritas.com - 

Perbatasan terdekat Indonesia dari Filipina ada di Miangas-Marore, Sulawesi Utara. Jarak dari sana ke Filipina hanya membutuhkan waktu lima jam perjalanan laut. Karena itu aparat keamanan memberi konsenstrasi khusus dalam menjaga perbatasan Indonesia- Filipina tersebut.  “Hal ini dilakukan untuk mencegah teror tersebut meluas di Indonesia,” kata Kepala Divisi Humas Polri Irjen Setyo Wasisto, di Jakarta, Minggu.

Seperti apa pulau Miangas tersebut?

Miangas adalah pulau terluar Indonesia yang terletak dekat perbatasan antara Indonesia dengan Filipina. Pulau ini termasuk ke dalam desa Miangas, kecamatan Nanusa, Kabupaten Kepulauan Talaud, provinsi Sulawesi Utara, Indonesia. Miangas adalah salah satu pulau yang tergabung dalam gugusan Kepulauan Nanusa yang berbatasan langsung dengan Filipina.

Pulau ini merupakan salah satu pulau terluar Indonesia sehingga rawan masalah perbatasan, terorisme serta penyelundupan. Pulau ini memiliki luas sekitar 3,15 km². Jarak Pulau Miangas dengan Kecamatan Nanusa adalah sekitar 145 mil, sedangkan jarak ke Filipina hanya 48 mil. Pulau Miangas memiliki jumlah penduduk sebanyak 678 jiwa (2003) dengan mayoritas adalah Suku Talaud. Perkawinan dengan warga Filipina tidak bisa dihindarkan lagi dikarenakan kedekatan jarak dengan Filipina. Bahkan beberapa laporan mengatakan mata uang yang digunakan di pulau ini adalah peso.

Belanda menguasai pulau ini sejak tahun 1677. Filipina sejak 1891 memasukkan Miangas ke dalam wilayahnya. Miangas dikenal dengan nama La Palmas dalam peta Filipina. Belanda kemudian bereaksi dengan mengajukan masalah Miangas ke Mahkamah Arbitrase Internasional. Mahkamah Arbitrase Internasional dengan hakim Max Huber pada tanggal 4 April 1928 kemudian memutuskan Miangas menjadi milik sah Belanda (Hindia Belanda). Filipina kemudian menerima keputusan tersebut.

Miangas punya kondisi spesifik mengenai keadaan teknologi informasi dan telekomunikasi.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) tahun 2015, pulau seluas 3,2 km persegi berpenduduk 775 jiwa ini punya televisi sebanyak 155 unit dan 150 parabola. BPS mengosongkan kolom jumlah telepon.

Dikutip dari situs resmi Kepresidenan, yakni presidenri.go.id, Presiden Jokowi mengakui bahwa Miangas masih perlu perhatian. Dia menyatakan hal ini di sela peresmian Bandara Miangas pada 19 Oktober 2016 lalu. Dia ingin informasi yang mengalir ke masyarakat Miangas adalah informasi dari Indonesia, bukan dari Filipina yang memang lebih dekat secara geografis.

"Sudah kita catat mengenai itu, dan hal-hal yang berkaitan dengan RRI yang juga tidak bisa diterima baik di sini, nanti saya akan perintahkan juga. Kalau TVRI dapat diterima dengan baik di sini," ucap Jokowi kala itu.

Masyarakat ternyata lebih mudah menangkap siaran radio dari Filipina. Padahal perkara informasi yang tersaji untuk warga adalah faktor penting yang membangun nasionalisme. Indonesia merasa perlu menguatkan penanaman nasionalisme di kawasan terdepan.

"Jangan sampai justru nanti banyak mendengar dari negara lain dan berita-berita mengenai Indonesia tidak diterima di sini. Kita ingin ada nasionalisme, ada kebanggaan dari masyarakat, mereka adalah warga negara Indonesia yang masuk dalam NKRI," ujar Jokowi.

Camat Miangas, Steven Hauer Edwin Maarsit, mengungkapkan sebelum jaringan telekomunikasi hadir, akses informasi di Miangas sangat terbatas yang membuat daerah tersebut terisolir. Padahal Miangas memiliki fungsi yang strategis karena berbatasan langsung dengan Filipina.

Selain itu, ada sejumlah permasalahan yang ada di Pulau Miangas. Salah satunya adalah harga bahan bakar minyak (BBM) yang cukup tinggi. Pengirimannya sering terlambat, sehingga membuat harga BBM di pulau tersebut mencapai Rp 20.000 – Rp 30.000 per liter.

 

 

Bagikan :

Berita Lainnya