Menghabiskan 25 Trilyun Pemilu Indonesia Termahal dan Terumit Di Dunia

HAS

Jakarta, mediaintegritas.com - Anggaran kegiatan pemilihan umum (Pemilu) 2019 mencapai Rp 25,59 Trilyun, kenaikan sangat fantantis dibandingkan kegiatan pemilu 2014 yang mencapai Rp. 15,62 Trilyun.

Direktur Jenderal (Dirjen) Anggaran Kemenkeu Askolani menjelaskan ada dua faktor yang menyebabkan terjadinya kenaikan anggaran untuk Pemilu tahun ini. Yang pertama karena adanya pemekaran daerah.

KPU Provinsi jumlahnya bertambah satu ya, dari 33 sekarang jadi 34. Kemudian untuk KPU kabupaten, itu bertambah 17 KPU Kabupaten dari 497 menjadi 514 KPU Kabupaten/Kota. Ujar Askolani dalam keterangannya, Rabu (27/3/2018).

Askolani menyatakan dengan adanya pemekaran daerah tentunya berdampak pada kenaikan jumlah penyelenggara Pemilu di daerah, baik Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK), Panitia Pemungutan Suara (PPS), kelompok penyelenggara pemungutan suara (KPPS)
 

Sebab kedua, adanya kenaikan honorarium bagi para penyelenggara pemilu, seperti PPK, PPS, dan KPPS. Termasuk juga panitia yang ada di luar negeri. "Kita hitung sesuai usulan KPU untuk mengadopsi dampak dari inflasi," katanya.

Sementara itu Direktur Integritas Studies Center  (ISC), Hendrik Sinaga, SH.MH saat dimintai pendapatnya di kantornya kepada redaksi menyatakan bahwa biaya pemilu 2019 dengan total alokasi Rp 25,59 Trilyun adalah biaya pemilu termahal didunia.

“Pemilu termahal dan terumit didunia” Ujarnya

Hendrik menambahkan perlunya adanya kajian kembali semua pihak khususnya Pemerintah dan DPR karena alokasi tersebut sangat besar bilamana dana tersebut digunakan untuk masyarakat tentunya akan sangat bermanfaat, apalagi dengan kemajuan jaman dan teknologi sudah saatnya pemerintah dan dpr melakukan kajian lebih mendalam, untuk menyelenggarakan pemilu yang adil, jujur dan terpecaya dengan biaya murah berbasis teknologi. (INT)

Bagikan :

Berita INTEGRITAS