Menjelang Pilkada Jabar, Masyarakat Diimbau Waspada

Deborah

Jakarta, mediaintegritas.com -

Kapolri Jenderal Tito Karnavian mengatakan Provinsi Jawa Barat menjadi daerah paling rawan dalam Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Serentak, Juni tahun depan 2018.

Menurut Kapolri Jenderal Tito Karnavian, Jawa Barat jadi rawan karena di provinsi itu menampung pemilih yang cukup besar. "Karena itu lumbung yang cukup besar," kata Tito di Akademi Kepolisian Semarang, Senin, (9/102017).

Di Jawa Barat ada 17 daerah yang akan melaksanakan Pilkada. Yakni 1 provinsi dan 16 kabupaten kota. Menurut KPU Jawa Barat, jumlah pemilih yang terdaftar, alias Daftar Pemilih Tetap (DPT) dalam Pilgub Jabar 2018 mendatang mencapai 32.809.057 orang. Jumlah DPT berkurang sekitar satu juta orang saat Pilgub Jabar 2013.

"Jumlah DPT berkurang dari Pilgub Jabar sekitar satu juta pemilih, itu karena pemutakhiran data e-KTP, " ucap Ketua KPU Jawa Barat Yayat Hidayat, Minggu , (10/9/2017).

Saat Pilgub 2013, DPT di Jawa Barat mencapai sekitar 34 juta. Jumlah ini setara 17,8 persen dari jumlah pemilih di Indonesia, jika dibandingkan dengan DPT saat Pilpres 2014 yang mencapai 190.307.134 pemilih.

Tito menyebut, wilayah lain yang juga sensitif dan rawan konflik yaitu Papua. Pada Pilkada serentak 2018, ada 8 daerah di Papua yang menggelar pemilihan. Yakni pemilihan gubernur dan tujuh bupati.

Sedangkan KPU menilai, bersama Jawa Barat, Jawa Tengah dan Jawa Timur juga daerah paling rawan. Sebab, secara jumlah pemilih, jika ditotal dari tiga provinsi tersebut bisa menyamai setengah dari pemilih nasional. "Tiga provinsi itu jumlah pemilihnya kurang lebih 100 juta," ujar dia.

Selain teknis pelaksanaan pemilihan berupa ketersediaan anggaran dan pengadaan logistik, potensi konflik di daerah-daerah itu juga perlu diwaspadai.

 

Bagikan :

Berita Lainnya