Menko Polhukam : Demontrasi Harusnya Jalan Terakhir, Tidak Boleh Ada Pemaksaan

Deborah

Jakarta, mediaintegritas.com - Menko Polhukam Wiranto berharap demonstrasi tidak menjadi tren di masyarakat saat ini, karena demonstrasi merupakan jalan terakhir bila terjadi kebuntuan komunikasi antar pihak. 

"Bilamana komunikasi beres,tentunya tidak harus demo-demoan. Karena semua pihak memahami apa yang menjadi tuntutan dan cara memperjuangan," ujar Wiranto kepada wartawan di Mabes TNI, Cilangkap, Jakarta Timur, Senin (16/1/2017).

Wiranto memberikan tanggapan saat terkait demonstrasi FPI di Mabes Polri. Wiranto menegaskan demonstrasi dalam negara demokrasi merupakan hal yang wajar, namun tidak bertujuan menyudutkan pihak tertentu. 

"Sehingga jangan sampai demo menjadi tren. Tren untuk menekan, untuk menyulitkan seseorang, menjelekkan seseorang, menjelekkan pemerintah, menyudutkan pemerintahan, itu yang tidak kita kehendaki dalam negara demokrasi," Ujar Wiranto 

Kebebasan berpendapat di muka umum, sambung Wiranto, dijamin undang-undang. Namun bukan berarti hak tersebut digunakan tanpa memperhatikan aturan yang ada. 

"Solusi ke depan, hak menyatakan pendapat di muka umum boleh, tapi ada rambu-rambunya dan ada syarat-syaratnya. Kalau syarat-syarat itu dilanggar, berhadapan dengan aparat keamanan," tegasnya. 

Demo massa FPI ke Mabes Polri, Jl Trunojoyo, Kebayoran Baru, Jaksel, disebut imam besar FPI Habib Rizieq Syihab ditujukan untuk melaporkan sejumlah pihak, termasuk Kapolda Jabar Irjen Anton Charliyan agar dicopot oleh Kapolri.

Akhirnya masa yang demo di Mabes Polri,dipimpin juru bicaranya, Munarman, masuk ke gedung Baharkam Polri. Perwakilan massa diterima Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karopenmas) Divisi Humas Polri Brigjen Rikwanto dan Kepala Pelayanan Markas (Kayanma) Polri Kombes Budi Widjanarko..(Debby)

Bagikan :

Berita INTEGRITAS