Pemilik The Indonesia Channel Dilapor Kasus Penipuan Dan Penggelapan

Roy Jon

Jakarta, mediaintegritas.com -Direktur PT. Melia Media Internasional (PT MMI) berinisial DT telah dilaporkan ke Polda Metro Jaya karena diduga telah melakukan tindak pidana Penipuan dan Penggelapan, sesuai dengan keberadaan Laporan Polisi No.Pol. : LP/2412/VI/2015/PMJ/Dit.Reskimum pada 18 Juni 2015.

Harto Tanuwidjaja, SH., M.Si. selaku Kuasa HPR – Pemilik Vivaces Invesment menyatakan bujuk rayu atas kasus investasi yang dilakukan DT selaku pengelola TV The Indonesia Channel adalah menjanjikan kliennya untuk menjadi pemegang saham pengendali, apabila jadi investor dengan menyetor dana sebesar USD 1,500,000.00 dan Kliennya telah dikirimi Invoice oleh DT agar mentransfer uang sebesar USD 500,000.00. “Tapi setelah dana investasi sebesar USD 500,000.00 diserahkan, ternyata tidak ada dilakukan perubahan apapun di perusahan tersebut, sebab data keuangan yang diberikan tidak valid dan terdapat investor fiktif” ujarnya, Selasa (30/6) di Jakarta.

Lebih lanjut hartono mengatakan, pihaknya juga telah meminta DT agar mengembalikan dana investasi tersebut, namun, DT yang diketahui berkewarganegaraan Amerika Serikat itu hanya memberikan janji-janji saja.

“DT yang dikenal sebagai Jurnalis TV senior ini, telah berkali-kali dikirimi surat Somasi agar segera mengembalikan dana investasi tersebut, tetapi yang bersangkutan selalu memberikan janji-janji palsu,” kata Hartono sambil melanjutkan, padahal DT telah menandatangani Kesepakatan Pengembalian Dana Investasi dengan penundaan waktu selama maksimum 6 (enam) bulan.

Ironisnya, hingga saat ini penembalian tersebut tak kunjung dilakukan, sehingga patut jika DT dilaporkan ke pihak yang berwajib, ungkat Hartono seraya menunjukkan lembar bukti Laporan Polisi tersebut.

Menurut Hartono, Vivaces Invesment telah menerima tagihan Invoice Nomor: 010/ONVS-TIC/X/14, tertanggal 9 Oktober 2014 dari PT MMI untuk pembayaran 1 Package Invesment sebesar USD 500,000.00 dan telah dilaksanakan transfer valas melalui PT. Bank of India Indonesia, Tbk nomor: 065999 dan 066000 masing-masing sebesar USD 400,000.00 dan USD 100,000.00 pada tanggal 10 Oktober 2014, ke rekening PT MMI di PT. Bank CIMB Niaga, Tbk. Cabang Menara Standard Chartered dengan nomor rekening: 7050200072007. Selanjutnya pihak DT telah menerbitkan OFFICIAL RECEIPT nomor: 10/10-TIC INVST/X/14.

Kemudian, pihak Vivaces Invesment telah menyurati DT agar mengirimkan sejumlah dokumen PT MMI untuk keperluan due diligence pada 13 Oktober 2014, namun ternyata bukti-bukti dokumen tersebut tidak sesuai dengan fakta keadaan sebenarnya, terdapat nama-nama investor fiktif dan dana investasi yang ditransfer oleh Klien kami telah raib dari rekening PT MMI, sehingga Klien meminta kembali dana investasi tersebut ke DT, jelas Hartono mengakhiri keterangan Pers.(Rich)

Bagikan :

Berita INTEGRITAS