Pemindahan Ibu Kota Negara ke Palangkaraya Dalam Kajian Bappenas

Deborah

Jakarta, mediaintegritas.com - Pemerintah pusat tengah mewacanakan pemindahan ibu kota Negara ke Palangkaraya, Kalimantan Tengah. Wacana pemindahan ibu kota ini sudah terjadi sejak Presiden pertama RI, Soekarno..Sebab, Palangkaraya merupakan kota di tengah-tengah Pulau Kalimantan. Selain itu, Kalimantan merupakan pulau terbesar di Indonesia.

"Jadikanlah Kota Palangkaraya sebagai modal dan model," ujar Soekarno saat pertama kali menancapkan tonggak pembangunan kota ini 17 Juli 1957.

Wacana ini hilang begitu saja. Kemudian, muncul kembali saat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) menjabat presiden RI di 2013. Lagi-lagi, Palangkaraya menjadi opsi utama perpindahan ibu kota ini.

Presiden Joko Widodo (Jokowi) akhirnya melanjutkan wacana ini, melalui juru bicara Kepresidenan, Johan Budi menjelaskan bahwa wacana itu  muncul saat Presiden Jokowi melakukan kunjungan kerja ke Palangkaraya sekitar setahun lalu. Kala itu, Johan mengatakan, banyak masyarakat yang meminta agar Presiden merealisasikan pemindahan ibu kota negara dari Jakarta ke Palangkaraya.

Namun, pemindahan ibu kota bukan persoalan mudah. Maka dari itu, Presiden Jokowi meminta Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Kepala Bappenas Bambang Brodjonegoro terlebih dahulu melakukan kajian secara mendalam.

Johan mengatakan, Palangkaraya belum siap menjadi ibu kota negara. Maka dari itu, Presiden meminta Kepala Bappenas mengkajinya secara mendalam. Apalagi, kata Johan, pemindahan ibu kota negara harus pula atas persetujuan DPR.

Terkait wacana itu, Gubernur Kalimantan Tengah, Sugianto Sabran, mengatakan sudah bertemu dengan Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) Bambang Brodjonegoro di Kantor Bappenas untuk memaparkan perkembangan pembangunan di daerahnya. Sugianto sempat menyatakan kesiapan Kalimantan Tengah menjadi ibu kota negara.

"Saat bertemu Pak Menteri melaporkan rencana pembangunan Kalteng. Saya ceritakan tentang pekerjaan kami dan Komitmen kami untuk mendukung rencana-rencana pemerintah pusat.," kata Sugianto  

Mantan anggota DPR ini menjelaskan banyak kemajuan proyek strategis di daerahnya. Pembangunan tersebut akan membuat Kalimantan Tengah menjadi semakin strategis dalam peta pembangunan nasional.

"Kita sedang kawal betul program strategis, pembangkit listrik, jalur kereta Kalimantan, sampai sentra pertanian organik terbesar di Indonesia. Kalau pusat-daerah kuat, pasti berkah untuk rakyat. Kalteng pasti semakin penting dalam kemajuan Indonesia," Ujarnya

Jakarta sebagai pusat bisnis dan pusat pemerintahansudah terlampau berat dan padat sehingga dalam dua puluh tahun ke depan, mungkin Jakarta tidak sanggup lagi. Oleh karena itu Beban itu perlu dibagi dan Kalteng siap untuk menjadi pusat pemerintahan baru di Indonesia. Kami memulainya dengan menyiapkan 300 ribu hektare lahan untuk dikembangkan sebagai pusat pemerintahan. (Debby)

Bagikan :

Berita Lainnya