Poernomo Yusgiantoro

Menteri Pertahanan RI

Rubrik: 

Edisi/Th: 

06/2013
"Pada Saatnya Kita Juga Perlu Pasukan Khusus Dunia Maya"

Kini, pertempuran tidak hanya secara fisik tapi berkembang menjadi peperangan yang memanfaatkan komputer dan jaringan internet.

Karenanya, orientasi pengembangan kekuatan pertahanan (TNI) dalam menjaga kedaulatan negara perlu juga mengarah ke pembentukan pasukan khusus atau cyber army,” kata Poernomo Yusgiantoro, Menteri Pertahanan, kepada INTEGRITAS di kantornya. Mengenai gerakan disintegrasi bangsa, Poernomo yang sebelumya menjabat Menteri BUMN berpendapat, munculnya gerakan separatisme di Indonesia, seperti RMS di Maluku dan Papua Merdeka di Papua, lebih disebabkan oleh ketidakadilan yang dirasakan masyarakat di kedua wilayah tersebut. Maluku dan Papua kekayaan alamnya melimpah, baik berupa hasil tambang maupun kekayaan alam lainnya, tetapi masyarakat hidup dalam kemiskinan.

Pembangunan postur pertahanan negara diselengggarakan dalam kerangka Pembangunan Jangka Panjang 20 tahun. Pelaksanaannya dilakukan secara bertahap, mulai tahun 2010 sampai dengan 2029, yang dibagi dalam empat tahap. Yaitu, Tahap I (2010-2014), II (2015-2019), III (2020-2024), dan Tahap IV (2025-2029). Sasaran penyelenggaraan pertahanan Tahap I adalah terwujudnya kondisi aman dan damai di berbagai daerah yang terus membaik dengan meningkatkan kemampuan dasar pertahanan negara, yang ditandai dengan peningkatan kemampuan postur struktur pertahanan negara. Rencana anggaran pertahanan untuk mewujudkan pembangunan postur pertahanan pada Tahap-I berkisar 1,8 sampai dengan 2,1 persen dari PDB.

 

Bagikan :