Presiden Joko Widodo menerima Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI)

Deborah

Jakarta, mediaintegritas.com - Presiden Joko Widodo menerima Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI)  di Istana Merdeka, Jakarta dalam rangka membahas masalah munculnya paham anti kebhinnekaan hingga irasionalitas yang mulai masuk kampus-kampus.

Ketua Umum ICMI Jimly Asshiddiqie mengatakan bahwa Presiden Jokowi antusias dengan adanya pertemuan itu. Semua ide yang disampaikan telah disambut dengan baik.

"Semua idenya diterima dan akan ditindaklanjuti," kata Jimly di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (23/1/2017).

Beberapa hal lainya ICMI sampaikan kepada Presiden Jokowi diantaranya mengenai Silaturahmi Nasional ICMI yang diselenggarakan pada 26 Desember lalu. Dalam Silatnas tersebut, dibicarakan mengenai bagaimana menghidupkan kegiatan ilmiah di kampus Islam.

"Kehadiran pengurus ICMI untuk kembali menghidupkan kegiatan-kegiatan ilmiah di kampus-kampus Islam dengan perspektif ilmiah, ilmu dengan perspektif moral. Nah ini gerakan sekaligus menangkal mulai muncul dan masuknya irasionalitas dalam dunia kampus. Nah, kita laporin mengenai itu," kata Jimly.

Selain itu, lanjut Jimly, pihaknya juga melaporkan mengenai agenda ICMI berkaitan dengan pelatihan kepemimpinan, baik bidang politik, maupun kewirausahawan.

ICMI menyampaikan pandangan kepada Presiden mengenai gejala yang sedang terjadi akhir-akhir ini di negara kita. Kami sampaikan bahwa kebhinnekaan adalah kenyataan hidup bagi bangsa kita, sehingga tidak mungkin  bisa menghilangkan ciri ke-Indonesia-an kita, yang sangat pluralisme. Ujar Jimly.

Saat ini pilkada sedang berlangsung diseluruh Indonesia mudah-mudahan dapat berjalan dengan baik walaupun saat ini gejolak-gejolak anti pluralisasi itu terus berlanjut. Nah ini harus dikelola dengan tepat, jangan sampai masing-masing kelompok ini makin diperketat, sehingga menyulitkan upaya ke depan membangun kerukunan, pembauran, dan kerukunan itu menjadi kunci yang dari tadi kita bicarakan dengan Presiden," tambah Jimly.

Jimly juga mengatakan, ICMI dan Jokowi juga membahas soal isu kesenjangan sosial. 

"Isu kesenjangan sosial ini menjadi salah satu warna yang menyentakkan bagi Presiden. Presiden sendiri menyebut, kita bersyukur ada peristiwa yang kemarin 212 itu mengingatkan semua pihak akan adanya masalah kesenjangan sosial," kata Jimly.

ICMI menyampaikan rencana  mengenai forum kerukunan umat beragama bersama-sama organisasi cendekiawan lintas agama lainnya mengembangkan kegiatan trinity harmoni forum yang akan dihadiri berapa menteri yang mempunyai hubungan," jelas Jimly (Debby)

Bagikan :

Berita INTEGRITAS