Presiden KSPI Said Iqbal Somasi PT Mandom Indonesia

Berita INTEGRITAS

HAS

Jakarta, mediaintegritas.com - Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) melayangkan somasi kepada PT Mandom Indonesia Tbk. Ada beberapa hal yang dituntut oleh KSPI terkait kecelakaan kerja yang menewaskan puluhan korban jiwa.

Presiden KSPI Said Iqbal mengatakan, berencana akan melakukan tuntutan pidana kepada Pimpinan PT Mandom Indonesia jika dalam jangka waktu 14 hari kedepan tidak ada itikad baik dari pihak PT Mandom.

"Kami telah melayangkan somasi kepada pihak PT Mandom dan ini sudah memasuki hari ke tujuh, rencana besok kami akan kirim somasi yang kedua, karena sampai hari ini tidak ada tanggapan. Jika lewat 14 hari tidak ada itikad baik maka kami akan melakukan tuntutan hukum," ungkap Said saat konferensi pers di Hotel Mega Cikini Selasa, (18/8).

Said juga mengemukakan empat poin tuntutan hukum yang dilakukan baik pihak PT Mandom maupun pihak Pemerintah. Adapun tuntutan tersebut yakni;

1. Mendesak pemerintah untuk menangkap dan memenjarahkan pengusaha PT Mandom Indonesia,

2. Mendesak pihak pemerintah dan kepolisian untuk membuka hasil lab forensik kasus kebakaran PT Mandom dan pabrik lainnya kepada publik,

3. Terkait perusahaan ini, Kemenaker dan Bupati Bekasi wajib bertanggungjawab dan mundur bila dalam sepekan kedepan belum juga ada kejelasan dari kasus tersebut.

4. Kami menilai insiden tersebut diduga merupakan tindak pidana kelalaian yang telah menimbulkan kematian dan luka bakar.

Selain itu lanjut dia, pengunaan tenaga pemagangan yang diduga tanpa pelatihan dan ditempatkan dibidang produksi merupakan pelanggaran terhadap Standart Prosedur Kerja (SOP). KSPI juga meminta Presiden Direktur PT Mandom dan PT GSG serta jajarannya harus bertanggung jawab secara hukum.

"Pabriknya masih baru dan karyawannya tidak diberikan pelatihan K3. Mereka bekerja dan mengejar launching pabrik. Belum dilatih dan berstatus magang. Orang magang dan belum dilatih K3, bekerja di lokasi yang risikonya tinggi," jelas Said.

Said juga meminta Presiden Joko Widodo untuk menegur dan memberi tindakan keras kepada Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi, serta Polri yang terkesan lama dalam menyelesaikan kasus kecelakaan kerja itu.

Kasus PT Mandom Indonesia kini telah menjadi cencern utama Internasional Trade Union Confederation Asia Pacific (ITUC-AP). ITUC-AP pun telah mengeluarkan resolusi dengan No. 23 yang diterbitkan saat konfensi ITUC-AP di Kochi, India.

Mr Suzuki selaku Sekretaris Jenderal ITUC-AP yang juga hadir dalam konfrensi pers mengatakan, akan menindaklanjuti resolusi tersebut dan akan menyampaikan kasus ini ke pusat di Brussel, Belgia, serta akan menggalang Solidaritas Internasional atas tragedi kemanusiaan yang terjadi di Indonesia yang sampai saat ini belum mendapatkan tanggapan serius dari pemerintah Indonesia. (Juan)

Bagikan :