Prof. Dr. Eman Suparman, SH. MH.

Ketua Bidang Pengawasan Hakim dan Investigasi Komisi Yudisial

Rubrik: 

Edisi/Th: 

08/2013
"Perjalanan Karier Sang Guru Besar"

Pria yang dikenal dengan sapaan akrab Prof Eman ini dilahirkan di Kabupaten Kuningan, Jawa Barat, 23 April 1959. Dalam kesehariannya, Prof Eman dikenal sebagai orang yang sederhana.

Prof Eman mengawali karir pada 1983 sebagai dosen di Universitas Padjajaran (Unpad) Bandung, dengan status pegawai negeri. Ia mengajar Hukum Perselisihan, Hukum Acara Perdata, Kemahiran Hukum II Perkara Perdata dan Pengantar Ilmu Hukum. Ia menyelesaikan studi S-1 di Fakultas Hukum Unpad pada tahun 1982, selanjutnya menyelesaikan Magister Hukum (S-2) di Fakultas Pascasarjana Universitas Gajah Mada (UGM ) pada tahun 1988. Doktor Hukum (S-3) dia peroleh di Universitas Diponegoro pada tahun2004. Jenjang tertinggi di dalam dunia akademisi sebagai guru besar Undip diraihnya pada 2009. Praktis ketika menekuni dunia akademisi sebagai dosen di Unpad, Prof Eman tidak begitu dikenal luas oleh masyarakat Indonesia. Prof Eman baru muncul ke ruang publik dan dikenal masyarakat luas ketika dirinya menjabat sebagai Ketua Komisi Yudisial (KY) paruh pertama pada periode 2010-2015. Pada awal menjabat Ketua KY, Prof Eman melihat bahwa akar mula hakim melakukan praktik suap dipengaruhi tingkat kesejahteraan hakim yang ada di Indonesia. Oleh karena itu, dia bersikukuh untuk mendorong supaya negara melalui pemerintah menaikkan gaji dan tunjangan hakim dengan harapan ketika tingkat kesejahteraan hakim sudah naik, praktik suap dan bermain kasus yang dilakukan hakim akan berhenti. Namun yang disesalkan Prof Eman, setelah gaji dan tunjangan hakim naik, praktik suap yang dilakukan oleh hakim tidak berkurang secara signifikan.

Bagikan :