Prof Dr Jimly Asshiddiqie

Ketua Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu

Rubrik: 

Edisi/Th: 

09/2013
"Jika Penegakan Hukum Semata, Penjara Penuh"

Hukum tidak lagi bisa dijadikan andalan satu-satunya untuk mengontrol perilaku ideal manusia modern. Selain membenahi hukum, etika juga harus dijadikan pelengkap. Dan antara hukum dan etika jangan lagi dipertentangkan, tetapi harus bisa bersinergi.

"Roh hukum itu harus berdasarkan etika,” kata Prof Dr Jimly Ashiddiqie kepada Majalah INTEGRITAS di ruang kerjanya, Gedung Dewan Kehormatan Penyelenggaraan Pemilu (DKPP), Jakarta Pusat.

Jimly adalah guru besar hukum tata negara yang namanya cukup dikenal. Ia tercatat pernah menjabat di sejumlah lembaga negara. Ilmu hukumnya tidak terbantahkan lagi. Banyak konsep hukum yang sudah dihasilkan guru besar hukum tata negara Universitas Indonesia ini.

Ke depan, hukum dan etika harus bekerja sama, harus dipahami sebagai sistem yang saling mengisi. Kekurangan hukum harus diisi oleh etika. Apalagi beban hukum sekarang ini sudah terlalu berat, semua orang meyakini bahwa hukum menjadi solusi untuk dapat mengatasi segala-galanya.

Bagikan :