Prof Dr M Ryaas Rasyid

Anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Watimpres)

Rubrik: 

Edisi/Th: 

06/2013
"Dari Lurah hingga Watimpres, Do the Best"

Apa pun pekerjaannya, saya akan lakukan yang terbaik”. Prinsip itu tidak sekadar kalimat di atas kertas tapi sudah dibuktikan Prof Dr M Ryaas Rasyid dalam setiap profesi yang digelutinya, seperti sekarang, dalam posisi sebagai anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Watimpres). Pekerjaan terbaiknya dimulai ketika ia membuat amplop. Pada 1972, Ryaas mengawali kariernya di pemerintahan sebagai staf umum Biro Kepegawaian Kota Makassar, Sulawesi Selatan. Saat itu hampir tiga bulan pertama Ryaas tidak memiliki tugas yang harus dikerjakan sebagai staf umum biro kepegawaian. Maka, ia pun membuat amplop untuk mendukung tugas staf lainnya. ”Dan saya membuat amplop terbaik di kantor itu,” ujar Ryaas kepada INTEGRITAS di kantornya, Jalan Veteran, Jakarta Pusat.

Ia kemudian tertawa.

Ryaas tidak terus-menerus duduk sebagai staf umum tapi berpindahpindah bagian mulai dari menjadi staf administrasi bagian pemerintahan, staf tata usaha, sampai akhirnya dia diminta menjadi mantri polisi (sekarang disebut wakil camat) Kecamatan Mariso. Ryaas diangkat sebagai Lurah Melayu, Kecamatan Wajo, Makassar dan disahkan pada Agustus 1972. Empat tahun Ryaas bertugas sebagai lurah. Dalam masa kepemimpinannya, Ryaas berhasil menjadikan Kelurahan Melayu menjadi kelurahan terbaik di Makassar. Berbagai prestasi diraih. Juara kebersihan, juara pemasukan pajak, juara pembangunan lingkungan menjadi bagian dari prestasi Lurah Ryaas Rasyid. ”Apa pun yang saya kerjakan, itu harus menjadi yang terbaik. Dan saya tidak mengharapkan pujian. Yang penting, saya sudah melaksanakan tugas saya.”

Bagikan :