Rebut Kepengurusan, Sejumlah Kader Bentuk TEMPO PARKINDO

Roy Jon
RetakKaderParkindoBentukTempoParkindo

Jakarta, mediaintegritas.com - Tidak setuju dengan ide Ketua Umum DPP Parkindo hasil Munas III Alida Guyer untuk segera mewujudkan Ormas Partisipasi Kristen Indonesia (Parkindo) menjadi partai politik kembali, sejumlah kader membentuk Tim Penyelamat Organisasi Parkindo atau Tempo dan menyusun kepengurusan baru menggantikan Alida Guyer.

Setelah dianggap vakum selama lima tahun masa kepengurusan, baru satu bulan lebih terpilihnya Ketua Umum Organisasi Kemasyarakatan Partisipasi Kristen Indonesia (Parkindo), organisasi yang pernah menjadi Partai Politik (Parpol) Parkindo di masa Orde Lama itu kembali retak.

Sejumlah kader Parkindo menyatakan ketidakpuasan dengan terpilihnya Alida Guyer sebagai Ketua Umum DPP Parkindo untuk masa periode 2015-2020, membentuk Tim Penyelamat Organisasi Parkindo atau disingkat dengan Tempo.

Tempo Parkindo ini diluncurkan pada Kamis 7 Oktober 2014 di Hotel Grand Menteng, Matraman, Jakarta Timur. Tujuannya untuk mengembalikan Parkindo sebagai Ormas yang tidak akan dipergunakan untuk bermain politik praktis selayaknya sebuah mesin partai politik di masa lalu.

Tempo Parkindo ini pun sudah memilih T. S Panangian Sihombing sebagai Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat Parkindo masa bakti 2015-2020 menggantikan Alida Guyer yang belum ada seumur jagung terpilih sebagai Ketua Umum DPP Parkindo.

“Teman-teman DPD dan DPC telah mempercayai saya untuk memimpin Parkindo lima tahun ke depan. Dan ini merupakan tanggungjawab baru yang harus dilaksanakan dengan mengedepankan semangat dari cita-cita Parkindo sebelumnya,” ujar Ketua Umum DPP Parkindo versi Tempo Parkindo, T. S Panangian saat melakukan pelantikan pengurus DPP Parkindo Periode 2015-2020 di Hotel Grand Menteng, Matraman, Jakarta Timur, Kamis (7/10/2015).

Panangian menyampaikan, Tim Penyelamat Organisasi Parkindo atau Tempo yang dipimpinnya itu didukung penuh oleh anggota Parkindo di tingkat Dewan Pimpinan Daerah (DPD) dan Dewan Pimpinan Cabang (DPC).

“Dan kami menyatakan dengan tegas bahwa Musyawarah Nasional Parkindo Ketiga yang digelar Agustus lalu dan memilih Ibu Alida Guyer sebagai Ketua Umumnya adalah tidak sah,” ujar dia.

Tempo Parkindo ini pun, menurut Panangian, mendapat dukungan penuh dari Yayasan Komunikasi Indonesia (YKI) sebagai Induk Ormas Parkindo. Dan, YKI ini pula yang mendukung Panangian dan kader-kader Parkindo untuk  mendeklarasikan Tempo Parkindo serta mengesahkan TS. Panangian Sihombing, MA sebagai Ketua Umum DPP Parkindo dan Pdt. Jopie Jacob Kakiay,M.Th.D.Min sebagai Sekretaris Jendral DPP Parkindo yang definitif.

Dia menegaskan, pelaksanaan Munas III Parkindo di Hotel Grand Cempaka, Cempaka Putih, Jakarta Pusat pada 28-30 Agustus 2015 hanya berbekal  legitimasi Surat Keputusan (SK) dari DPP Parkindo Priode 2005-2010, sehingga batal demi Hukum.

“Karena Munas Parkindo II ,hanya memberikan mandat kepada DPP Parkindo 2005-2010, sampai Lima tahun. Itu artinya kepengurusan DPP Parkindo 2005-2010 secara hukum sudah kadarluwarsa dan tidak lagi mempunyai legitimasi secara hukum dalam organisasi untuk menjalankan roda organisasi, baik surat menyurat dalam bentuk keputusan maupun yang lainnya. Ya, harusnya wajib di caretaker-kan,” papar Panangian.

Selain itu, pada saat pemilihan Ketua Umum DPP Parkindo di Munas III yang berlangsung di Hotel Grand Cempaka, Jakarta Pusat, Panangian menduga, ketika itu Alida Guyer merebut posisi Ketua Umum dengan cara-cara kotor yakni main politik uang atau money politics. Terlebih lagi selama ini, menurut Panangian yang merupakan Ketua Panitia Pelaksana Munas III Parkindo itu, Alida sama sekali tak ada memberikan kontribusi pemikiran dan tenaga ketika ormas Parkindo mengalami kevakuman yang cukup lama.

“Justru, saya bersama teman-teman yang peduli Parkindo, berniat mengadakan Munas, supaya Parkindo bisa kembali melakukan agenda rekonsiliasi dan konsolidasi dari tingkat pusat sampai daerah. Namun sayang, dalam proses Munas Parkindo, Alida Guyer bersama kelompoknya kami anggap menciderai agenda Munas Parkindo dengan cara-cara yang tidak sehat,” ujar Panangian.***Richard

Bagikan :

Berita INTEGRITAS