Roy Suryo

Menteri Pemuda dan Olahraga

Rubrik: 

Edisi/Th: 

07/2013
"Pada Mulanya Adalah Sangsi ..."

Sejak dilantik menjadi Menteri Pemuda dan Olahraga, Roy Suryo tidak berpikir muluk-muluk. Yang pasti, setumpuk pekerjaan rumah harus dia tuntaskan. Dan, bisa.

Roy Suryo dilantik sebagai Menpora oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menggantikan Andi Alfian Mallarangeng yang terseret kasus korupsi. Pelantikan yang dilakukan di Istana Negara pada Selasa 15 Januari 2012 itu langsung mengundang banyak kritik. Sejumlah kalangan menilai politisi Partai Demokrat itu tidak pas memimpin Kemenpora. Dia disebut tidak memiliki kapasitas dan kapabilitas untuk menangani sejumlah persoalan, terutama menyangkut perseteruan di tubuh PSSI. ”Saya menyadari, saya masuk (Kemenpora) sudah di ujung masa periode jabatan. Semua program sudah ada, saya hanya meneruskan saja. Saya memang harus mulai dari zero, benar-benar memulai dari zero,” kata Roy Suryo ketika diwawancarai khusus oleh Majalah INTEGRITAS di kantornya 26 September lalu. Ahli telematika itu menyadari, dukungan sejumlah elemen masyarakat kepada dirinya sebagai Menpora jauh dari harapan. ”Kalau ada orang bilang bahwa saya diragukan, saya katakan tidak, bukan banyak orang meragukan kemampuan saya, tetapi semua orang meragukan saya,” ujarnya, terkekeh. Roy Suryo tidak patah semangat. Sekalipun disepelekan, dia bertekad membenahi institusi, sekaligus mengurai dunia olahraga yang saat itu kondisinya ibarat benang kusut, juga persoalan kepemudaan. ”Dalam level yang diragukan, saya tidak surut. Saya nothing to lose dengan semua anggapan itu, yang penting saya bekerja dengan sepenuh hati saja.”

Bagikan :