THE STORY OF BUKU ENDE

HAS
the-story-of-buku-ende

Jakarta, mediaintegritas.com - Bertempat di Plenary Hall Jakarta Convention Centre (Plenary Hall, JCC) , Sabtu 5 September 2015, The Story of Buku Ende hadir kembali untuk ketiga kalinya yang sebelumnya telah dilaksanakan di Medan (2013) dan Bandung (2014).

Dihadapan ribuan penonton yang memenuhi Plenary Hall, JCC,  Ketua Panitia Anton Sijabat dalam sambutanya mengatakan bahwa konser drama musikal yang sebelumnya dilaksanakan di Medan dan Bandung sangat sukses. Adapun tujuan dari pementasan ini untuk memotivasi  jemaat untuk mengenal dan merasakan makna substansi yang terkandung dari lagu-lagu Buku Ende, terlebih generasi muda Batak agar selalu mengingat sejarah.

Sementara itu Ephorus HKBP Pdt Willem TP Simarmata, menyampaikan apresiasi yang tinggi kepada pelaksanaan The Story of BukuEnde dan sangat berharap bisa diteruskan pada daerah-daerah yang lain seperti Palembang dan lainnya, ujarnya.

The Story of Buku Ende mengambil thema “Nyanyian Pujian dari tanah Batak” (Hymns from the Batakland).

Keseluruhan nyanyian memberikan pesan-pesan spritual yang terdapat dalam buku Ende yang disampaikan melalui drama nyanyian (drama musical) yang dibawakan solo dan paduan suara, dengan diiringi alat-alat musik (uning-uningan,tiup, organdan keyboard ) serta tarian (tumba dan tortor) yang berakar pada kebudayaan masyarakat Batak.

Bentuk cerita drama mengambarkan rangkaian narasi keseharian masyarakat Batak Kristen dalam lingkup rutinitas meliputi kehidupan social dan spritual.

Rangkaian cerita dibagi menjadi dua babak, dimana babak pertama menceritakan tentang gambaran kehidupan awal masyarakat Batak Kristen sementara babak kedua menceritakan gambaran kehidupan masa kini. Semua disajikan dalam drama kolosal yang sangat apik dan menarik.

Paduan Suara  SVARA SACRA  dibawah asuhan konduktor Binahar Hardman Hutapea tampil sangat energik dan memukau terbukti setiap membawakan lagu-lagu Buku Ende penonton memberikan applause. Selain Svara Sacra Management acara ini didukung  penuh oleh keluarga besar HKBP Distrik DKI Jakarta Raya, Bekasi, Deboskab dan Banten.

Ibu Wilson boru Sidabutar  jemaat dari GBIB Cakung menyatakan sangat mendukung acara seperti ini, masukan untuk panitia bilamana kegiatan ini dilangsungkan kembali tolong sosialisasinya di tingkatkan, mengingat Orang Batak di Jakarta terutama yang Kristen sangat banyak jumlahnya, karena itu bukan tidak mungkin hal seperti ini diselenggarakan ditempat yang lebih besar lagi seperti di GeloraBung Karno, Senayan. Asal mendapat dukungan penuh dari gereja dan pemerintah, kegiatan seperti ini sangat dirindukan dan ditunggu.(Tety)

Bagikan :

Berita INTEGRITAS