Wapres Buka KKT International Summit of the Moderate Islamic

HAS

Jakarta, mediaintegritas.com - Pembukaan International Summit of The Moderate Islamic Leaders (ISOMIL) ditandai dengan pemukulan bedug oleh Wakil Presiden RI Jusuf Kalla di Ruang Cenderawasih, Jakarta Convention Center, (Senin (09/05)

Jusuf Kalla tiba ditempat acara bersama Presiden kelima Megawati Soekarnoputri, dengan didampingi Pengurus Besar Pengurus Besar Nahdlatul Ulama Maruf Amin dan Ketua Umum PBNU Said Aqil Siradj.

Dalam sambutannya Wapres menyampaikan pentingnya peran kepemimpinan sebuah negara untuk mengatasi masalah radikalisme dan terorisme. 

“Kita percaya bahwa perwakilan yang ada di sini ingin mencerahkan masa depan,” kata Wapres.

Ia mengatakan penduduk Islam di dunia sebanyak 1, 6 milyar orang. Itu berarti 22 persen dari keseluruhan penduduk dunia. Juga ada 57 negara di dunia yang mayoritas warganya beragama Islam, diantaranya tersebar di Asia dan Afrika.

Menurut Wapres, negara-negara Islam di dunia memiliki dua per tiga sumber daya minyak. Ini sebagaui gambaran bagaimana Islam puya peran penting.

“Di  mana ada suara adzan ada kekayaan,” Ujar Wapres disambut tepuk tangan hadirin.

Wapres melanjutkan penyelenggaraan konferensi (Isomil) adalah hal yang mudah. Tetapi pelaksanaan perdamaian dunia tidak semudah dalam konferensi. Untuk itu membutuhkan persatuan dan kekuatan bersama. 

Ketua Umum PBNU, KH Said Aqil Siradj mengatakan bahwa International Summit of the Moderate Islamic Leaders menjadi momentum untuk menunjukkan kepada para pemimpin dunia bagaimana Indonesia dengan keberagaman mampu meredam berbagai konflik dan kekerasan yang mengatasnamakan agama.

"Artinya, kalau belajar tafsir, hadits, fikih silakan belajar ke Timur Tengah tapi jika ulama Timur Tengah ingin belajar berbangsa, bernegara dan bermasyarakat ulama Timur Tengah silakan belajar ke ulama NU," tegas Said Aqil.

Dalam pembukaan KKT International Summit of the Moderate Islamic dihadir pula, Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin, Mensos Khofifah Indar Parawansa, Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Republik Indonesia Puan Maharani.(Tety)

 

Bagikan :

Berita INTEGRITAS