Kapolri : Indonesia Menjadi Target Kejahatan Cyber Dunia, Badan Cyber Sangat Diperlukan

Deborah

Jakarta, mediaintegritas.com Kapolri Jenderal Polisi Tito Karnavian  mengatakan untuk mencegah kejahatan Cyber dan berita Hoax, Kepolisian akan mendirikan Badan Cyber yang nantinya akan bergabung dengan lembaga Sandi Negara hal itu dikatakan tito di Mabes Polri, Trunojoyo Jakarta Selatan, Rabu (4/1/2017).

"Badan Cyber dan Sandi Negara sebagai ujung tombak menangani masalah Cyber," kata Tito.
 

Bahkan Tito menegaskan bahwa lembaga ini tidak akan tumpang tindih dengan Badan Cyber Gakkum yang sudah ada di instansi kepolisian yang saat ini sudah berjalan, bahkan semuanya bias saling mendukung.

Menurut Kapolri, salah satu latar belakang didirikannya badan cyber tersebut adalah bahwa 50 persen jumlah penduduk di Indonesia saat ini sudah memiliki Handphone atau gadget dan setiap hari mereka berinteraksi dengan mengunakan gadget tersebut..

Dengan jumlah begitu besar pengguna Kapolri merasa bahwa lembaga khusus diperlukan untuk menangani pengawasan terhadap berakses ke dunia maya tersebut.

"Saat ini pengguna internet Indonesia sangat tinggi. Informasi yang saya dapatkan datanya lebih dari 50 persen miliki gadge. Sehingga  perlu pengawasan dan regulasi lain. Badan cyber ini kita harapkan mampu mengatur itu," ujar Tito

Kapolri Jenderal Tito Karnavian menyejelaskan bahwa saat ini Indonesia merupakan salah satu negara yang banyak terkena kejahatan berbasis internet.

"Karena cyber kita ini salah satu target dunia maya ini target kriminalnya paling banyak. Salah satu negara yang paling banyak terkena dampak kasus cyber crime itu Indonesia," ungkap Tito. (Debby)

 

Bagikan :

Berita INTEGRITAS